SMPN 3 Kopang. Gugus
kendali mutu yang dilakukan secara terus menurus (continues improvement) merupakan salah satu
strategi pendekatan (approach)
manajemen untuk memastikan konsumen puas dengan barang atau jasa yang
dihasilkan. Perbaikan yang dimaksud tentunya dilaksanakan berdasarkan hasil
evaluasi ataupun masukan (input)
dari para stake holder dengan tulus dan terbuka. Hal ini dilakukan sebagai upaya
untuk selalu menjaga eksistensi dan kemajuan organisasi, kalau tidak maka
organisasi tersebut akan stagnan dan cendrung gulung tikar. Demikian salah satu
konsep pendekatan manajemen yang ditawarkan oleh teori Total Quality Management (TQM)
yang digagas pertama kali pada tahun 1950-an oleh seorang ilmuan Amerika,
Dr.W.Edwards Deminng.
Pendekatan manajemen dan semangat keterbukaan ini pun rupanya
dibangun oleh Kampung Media sebagai organisasi yang mengelola media online bagi
portal jurnalistik warga NTB. Hal ini terbukti dari setiap pengaduan maupun
opini/artikel dan kanal lain yang bersifat masukan (input) dari para warganya selalu dibaca, difikir, dan dikerjakan sesuai salam
kampung yang dikumandangkan di setiap acara Kampung Media. Sebagai salah
satu contoh riil perhatian Kepala Kampung terhadap masukan warganya adalah
ketika membaca salah satu artikel dari Komunitas Jurnalis Pemula SMPN 3 Kopang
yaitu tulisan Rainanda Ade Sukma berjudul “Perjuangan Hidup Sang Serdadu”.
Beliau berkomentar dengan mengatakan “Saya
bangga dengan Jurnalis SMP3 Kopang.... Teruslah menulis... I Love U Full....
Insya Allah saya akan datang ke sana.“. Ternyata komentar
tersebut ditindaklanjuti dengan mengunjungi sekretariat Komunitas Jurnalis
Pemula SMPN 3 Kopang pada hari Jum’at tangga 20 Februari 2015.
Kepala Kampung, bapak Fairus Abadi beserta rombongan tiba di
sekretariat komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang tepat pukul 09.15 wita.
Yel-yel Salam dari kampung “Baca...Fikir...Kerja” pun berkumandang menyambut
rombongan kepala kampung membuat suasana acara silaturrahim semakin
semarak. Kunjungan kepala kampung kali ini memberikan asupan motivasi yang
sangat luar biasa kepada anggota komunitas jurnalis pemula. Mereka kelihatan
sangat gembira, raut wajah mereka terpancar rona segar kegirangan karena usaha
dan upaya mereka menghiasi setiap kanal dengan hasil tulisan jari-jemari mereka
ternyata mendapat perhatian dan penghargaan dari kepala kampung.
Acara Silaturrahim juga dihadiri oleh beberapa komunitas kampung
media lain di antaranya KM. Sopo Ate, KM. Begibung, KM. Puspalaya dan KM.
Jaran Guyang. Mereka sengaja diundang untuk berbagi pengalaman (Sharing) dan memberikan
motivasi kepada komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang yang relatif lebih muda
baik ditinjau dari usia keanggotaan yang baru saja bergabung pada tanggal 28
Nopember 2014 maupun ditinjau dari umur penulisnya yang rata-rata masih sangat
belia.
Acara dimaulai tepat pukul 09.30 wita yang diawalai dengan
sambutan bapak Kepala SMPN 3 Kopang, yang diwakili oleh wakil kepala sekolah
urusan kesiswaan Bapak Erdani Suratman, S.Pd. Dalam sambutannya beliau
mengatakan “ kami sangat berterima kasih atas kedatangan bapak kepala kampung
beserta rombongan di sekretariat komunitas jurnalis pemula kami. Kunjungan
bapak kepala kampung merupakan penghargaan yang sangat tinggi untuk komunitas
kami, yang tentunya akan dapat menginspirasi dan menjadi motivasi bagi
anak-anak kami untuk terus berkarya memberikan informasi-informasi positif
melalui tulisan-tulisan mereka”.
Selanjutnya beliau sangat berterima kasih, bahwa dengan
kehadiran kampung media, program-program sekolah khususnya dalam pengenalan IT,
siswa-siswi sangat terbantu karena mau tidak mau ketika mereka memposting
tulisan, maka mereka harus mengirimnya melalui internet. Di samping itu,
keberadaan kampung media dapat dijadikan sebagai media pembelajaran autentik
untuk kegiatan ekstrakurikuler bidang jurnalistik, dan yang tak kalah
pentingnya adalah hadirnya kampung media dapat dijadikan sebagai sumber belajar
bagi anak-anak untuk menambah wawasan dan pengetahuan ”, demikian imbuh
bapak wakil kepala sekolah.
Pada akhir sambutan, beliau menyampaikan permohonan maaf
apabila dalam proses penyambutan sampai pada pelayanan selama berlangsungnya
acara terdapat kekurangan.
Sambutan Kepala sekolah berlangsung sekitar 10 menit kemudian
dilanjutkan dengan acara sambutan dari Bapak Kepala Kampung, Bapak Fairus
Abadi. Pada intinya beliau sangat mengapresiasi inisiatif para awak
Komunitas Jurnalis Pemula SMPN 3 Kopang yang terus berkreasi dan
berinovasi untuk kemajuan Kampung Media ke depan. Ucapan terima kasih dan
bangga terlontar kepada para jurnalis pemula yang telah menghiasi setiap
halaman kampung media dengan ide-ide brilian melalui tulisan- tulisannya.
Beliau memotivasi para awak komunitas jurnalis pemula SMPN
3 Kopang, bahwa kedahsyatan menulis mampu menjinakkan fikiran-fikiran kita.
Ketika kita merasa kalut, gembira, sedih, marah ataupun kesal, maka tumpahkan
dalam tulisan. Dengan tulisan kita bisa menyampaikan ide, gagasan dan informasi
kepada orang yang tak terbatas jumlahnya dengan biaya yang lebih murah jika
dibandingkan dengan menyampaikan informasi dengan lisan (berbicara).
Dipertegas lagi, bahwa “menghebatkan orang besar itu hal biasa,
namun menghebatkan orang kecil itu sangat luar biasa”. Artinya bahwa apabila
beliau mampu memotivasi dan membimbing anak-anak komunitas jurnalis pemula SMPN
3 Kopang menjadi para jurnalis yang profesional maka itulah yang luar
biasa. “Bisa dibayangkan kalu kualitas tulisan mereka sekarang sudah
sebagus ini, apalagi kalu benar-benar sudah menjadi jurnalis maka saya yakin
anak-anak bisa menjadi jurnalis TV One, atau jurnalis Metro TV ataupun di TV
nasional lainnya”, demikian imbuh bapak kepala kampung.
Di penghujung sambutan bapak kepala kampung menegaskan bahwa
apabila ikut menjadi warga kampung media berarti kita kembali mengikuti apa
yang telah disunahkan Rasullullah yaitu Iqro’ karena inti dari Iqro’ adalah Baca, Fikir, Kerja.
Oleh karena itu beliau mengharapkan agar informasi tentang kampung media terus
disebarluaskan sehingga kampung media akan menjadi portal jurnalistik warga
NTB yang bukan saja menasional namun akan go intenasional. Pada akhir
sambutan, beliau menyerahkan kenang-kenangan berupa bingkisan yang berisi
sebuah kamera digital dan beberapa buku serta majalah yang berisi tentang
berita-berita seputar NTB. Harapan beliau semoga kenangan-kenangan tersebut
akan bermanfaat bagi komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang.
Sebelum acara silaturrahim ditutup dilanjutkan dengan acara diskusi.
Pada kesempatan ini peserta silaturrahim diberikan kesempatan untuk bertanya
atau memberikan masukan kepada bapak kepala kampung. Kesempatan tersebut
dimanfaatkan oleh dua orang anggota komunitas jurnalis, mereka adalah Baiq
Inanda dan Rainanda ade Sukma. Inti pertanyaan mereka adalah bagaimana strategi
wawancara agar informasi yang diperoleh bisa maksimal. Sebelum menjawab kedua
pertanyaan tersebut, bapak kepala kampung memuji pertanyaan yang dilontarkan
oleh kedua anak tersebut karena pertanyaan mereka layaknya pertanyaan
seoarang junalis profesional. Pernyataan beliau disambut dengan tepuk tangan
oleh para hadirin. Sesaat bapak kepala kampung berfikir, lalu menjawab
dengan enteng “ada dua jenis tulisan yaitu jenis fiksi dan non fiksi.
Kalau tulisan fiksi seperti yang ditulis adik-adik tidak perlu melakukan
wawancara, kalaupun ada wawancara, akan lebih baik untuk memperkuat berita” .
Selanjutnya acara diskusi dimanfaat juga oleh KM. Begibung dan
KM. Sopo Ate untuk memberikan masukan kepada kepala kampung dalam rangka
menambah kebermanfaatan kampung media bagi warganya. Adapun masukan KM.
Begibung adalah bagaimana ke depan kampung media bisa membuka rekening
donasi dalam rangka memfasilitasi para donatur memberikan donasinya untuk biaya
pembangunan masjid, kegiatan-kegiatan sosial, dana pendidikan dan lain-lain.
Sementara KM. Sopo Ate meminta kepada kepala kampung menerbitkan kartu pengenal
anggota kampung media sebagai identitas untuk memudahkan kegiatan wawancara.
Ternyata ulan-usulan tersebut telah menjadi hidden program bagi kampung media
yang akan direalisasikan pada tahun 2018 yang akan datang.
Tidak terasa acara silaturrahmi berlangsung kurang lebih 2 jam.
Waktu terasa begitu singkat hal ini disebabkan karena sambutan bapak kepala
kampung yang begitu memukau. Setiap untaian kalimat yang terlontar penuh
filosofis dan sarat makna serta sangat inspiratif membuat semua yang
hadir terhipnotis. Sesekali keheningan terpecah oleh gelak tawa para
hadirin karena humor-humor khas beliau yang menggelitik membuat suasana
semakin terasa rileks dan menyenangkan sehingga semua hadirin tak bergeming
sedikitpun dari tempat duduknya. Harapan para warga komunitas jurnalis pemula
SMPN 3 Kopang agar bapak kepala kampung bisa hadir di tengah-tengah mereka pada
kegiatan-kegiatan yang akan datang, karena kehadiran beliau dapat
memberikan motivasi sekaligus pencerahan untuk kemajuan komunitas
jurnalis pemula SMPN 3 Kopang. (Zul) - 05







