Sejarah Dusun Lingkoq Bakeq

Puluhan tahun silam, ada sebuh dusun terpencil yang berlokasi di tengah-tengah hamparan sawah. Dusun itu sekarang bernama Dusun Lingkoq Bakeq yang dalam peta pemerintahan Lombok Tengah masuk sebagai wilayah pemerintahan kecamatan Kopang. Dusun itu mempunyai cerita yg cukup misterius yang sampai sekarang belum bisa terungkap dengan jelas.

Alkisah, pada suatu hari, ketika sang surya tepat memancar di atas kepala menjelang waktu sholat zuhur tiba, ada seorang laki-laki setengah baya warga dusun setempat, melintasi hamparan sawah melewati pematang-pematang kecil yang ditumbuhi rumput-rumput hijau nan alami dengan tujuan yang tak jelas. Ia terus berjalan melewati lekukan-lekukan sawah seolah merasa dialah pemilik hamparan sawah-sawah hijau tersebut. Setelah beberapa lama kaki melangkah, dia dikejutkan oleh sebuah Lingkoq tua yang masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Lingkoq yang selama ini sepengetahuannya lingkoq tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Lingkoq itu memiliki air yang sangat jernih seolah menawarkan diri untuk menyatu dengan mereka yang melihatnya.

Tidak lama kemudian, laki-laki tersebut tampak tertarik untuk mandi di Lingkoq tua yang terlihat angker itu. Tanpa pikir panjang, laki-laki itu kemudian
langsung melepas kain yang menempel di badannya. Ajaibnya tiba-tiba di sampingnya sudah ada sebuah Jejai (gayung) dari tempurung kelapa yang berwarna keemasan. Singkat cerita, setelah beberapa lama ia menikamati kesejukan air Lingkoq tersebut, ia baru tersadar bahwa ada yang aneh dengan apa yang dialami, lalu kemudian dengan cepat ia berhenti mengguyur tubuhnya.


Setelah ia memakai pakaiannya kembali, Lingkoq itupun menghilang entah kemana, tak berbekas persis seperti permainan sang pesulap yang sering saya lihat di Televisi, dan lokasi tersebut nampak biasa saja layaknya lokasi lain yang ditumbuhi rumput-rumput hijau nan asri. Laki-laki tersebut sangat heran kenapa Lingkoq itu menghilang begitu saja, padahal baru saja digunakannya mandi, bahkan tubuhnya masih terasa dingin akibat guyuran dari Jejai emas yang digunakan mandi. Ia merasa was - was dan memutuskan untuk tidak berlama - lama di tempat itu. Dengan cepat ia kembali ke rumahnya, dan menceritakan tentang kejadian yang dialaminya.

Menghilangnya Lingkoq tua angker itu, sampai sekarang masih menjadi perbincangan dan belum ada satu orang pun yang mendapatkan pengalaman seperti pengalaman laki-laki tersebut. Konon, orang yg dapat melihat Lingkoq itu hanya orang yg pernah mandi di Lingkoq tua tersebut. Namun ada beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut sering mendengar suara gemuruh ngaungan sapi di dekat lokasi lingkok angker tersebut diceritakan. Dan sampai saat ini masih tetap angker dan diyakini oleh masyarakat setempat sebagai Lingkoknya Jin yang mereka kenal dengan sebutan Bakeq.
Inilah dasar masyarakat merubah nama dusun tersebut dari nama Dusun Repok menjadi dusun Lingkoq Bakeq.

Semoga cerita ini menjadi khasanah budaya bagi generasi di masa depan, agar mereka mengetahui sejarah dinamakannya kampung mereka.[] - 05


Penulis :
Tim II Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang
Anggota : Lilik Nurliana Fitri (Co), Nurul Hidayati, Ayu Citra, Nurul Selfiani dan Arni