Prospek Kampung Media di Masa Depan

No day goes by without thinking about interesting idea to be written. Itulah virus positif yang sedang saya tularkan saat ini pada anak-anak anggota Jurnalis Kampung Media SMPN 3 Kopang dan kawan-kawan guru yang tertarik mengikuti perkembangan portal kampung media.

Kata virus di atas memang sengaja penulis gunakan sebagai korelasi terhadap para penggiat dan penulis Kampung Media sebagai ujung tombak eksistensi dan keberlanjutan Kampung Media di masa depan.
Memandang eksistensi kampung media sebagai sebuah program, maka sudah barang tentu membutuhkan pengelolaan (management) yang baik, jika berharap keberadaannya tetap langgeng.

Berbicara manajemen, penulis yakin bahwa Kampung Media sudah jauh berfikir tentang hal tersebut. Apalagi didukung penuh oleh pemerintah Provinsi NTB, sehingga memudahkan sosialisasinya di setiap SKPD baik di tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten/kota. Hal tetsebut dapat kita lihat dari tulisan-tulisan yang masuk pada kolom artikel pilihan maupun headline dalam berbagai kanal.

Tetapi, hal itu belumlah cukup untuk menjaga keberlanjutan kampung media di masa depan.
Dari hasil diskusi kami (KM.Puspalaya,KM.Begibung, dan KM.Sopo Ate) tentang prosfek kampung media dimasa depan. Kampung Media sebagai salah satu wadah dan sumber belajar sangatlah produktif jika keberadaan Kampung Media tidak hanya menjadi wadah dan sumber belajar mereka para orang dewasa yang saat ini aktif menulis dan membuka bolg-blog di kampung media. Tetapi para siswa dan siswi serta para guru-guru di sekolah adalah salah satu ladang produktif untuk membangun generasi-generasi penulis baru yang jangkauan lebih luas dan massif dibandingkan dengan lembaga-lembaga/komunitas-komunitas yang karya dan keberadaannya kadang tidak diketahui dilingkungan dimana mereka tinggal.

Untuk itulah melalui tulisan ini, penulis mencoba sedikit berbuat karena melihat potensi tersebut di atas. Disamping sebagai wadah bagi para siswa/siswi untuk memancing dan mendorong mereka agar berpacu dalam belajar secara autentik. Tentu saja, keberadaan Kampung Media ini secara tidak langsung mendorong mereka untuk banyak membaca dan membaca, berfikir dan berfikir, sampai pada akhirnya menghasilkan tulisan-tulisan dari hasil baca dan berfikir mereka.

Untuk simbolisasi motivasi mereka, tanggal 5 Februari 2015 lalu mereka secara resmi dilantik sebagai Anggota Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang yang disambut dengan wajah sumeringah seakan-akan mereka berkata “ini saatnya, akan saya buktikan bahwa saya juga bisa”.  

Keterlibatan dan keaktifan siswa/siswi di Kampung Media tentu akan menjadi warna baru dan regenerasi di masa depan. Menitipkan kebanggaan di dada mereka merupakan salah satu strategi me-masyarakat-kan Kampung Media. Sebab cerita mereka tentang apa yang mereka tulis di Kampung Media tidak hanya akan berhenti dianggota keluarga mereka, tetapi teman bermain, kerabat, bahkan adik-adik kelas mereka yang masih belum mengerti pun akan mereka ceritakan tentang kiprah mereka di Kampung Media.

Begitupun para guru di sekolah, alangkah luar biasanya dimata siswa/siswinya ketika sang guru bercerita tentang tulisannya yang masuk headline dan dibaca ribuan orang di seluruh dunia, sehingga sang muridpun akan terinspirasi dan termotivasi untuk setidaknya belajar membuka dan melihat portal kampung media.

Mari kita telisik Kampung Media 5 tahun kedepan. Jika hari ini seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat tingkat SMP/Mts dan SMA/SMK, 3% saja para siswanya  membangun kamunitas Jurnalis di sekolah mereka, maka 2 tahun kedepan Portal Kampung Media dijamin akan berubah wajah menjadi lebih elok dan elegan dimata dunia, dan dapat dipastikan akan menjadi satu-satunya media yang memiliki jurnalis terbanyak di dunia. (rekor MURI di depan mata).

Perihal di atas tentu tidak mudah, karena butuh sumber daya yang tidak sedikit. Tetapi itu bukan perkara mustahil karena Kampung Media menurut informasi Pak Masyhuri (KM.Sambang Kampung) saat ini memiliki anggota komunitas kurang lebih 300 anggota. Hal ini tentu akan memudahkan sosialisasi dan edukasi bagi sekolah-sekolah yang ditarget sebagai titik-titik pengembangan program.

Semoga tulisan ini menjadi masukan bagi manajemen kampung media, untuk 
pengembangan generasi kampung media di masa depan.(hery) - 05