Kisah Nyata, Tulang Ikan Bisa Tumbuh

Kisah ini bermula dari pamanku yang tinggal di dusun Mumbang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Pamanku ini sangat suka sekali memancing ikan, pada suatu hari paman pergi memancing di sungai yang dikenal angker oleh masyarakat yang tinggal di dekat sungai tersebut, tetapi paman tidak peduli dengan desas-desus tentang tempat itu, dan dengan cueknya paman berangkat menuju tempat itu yang diprediksi oleh paman pasti ikannya banyak karena jarang orang memancing dilokasi tersebut. Setibanya di tempat itu, paman lalu mencari tempat duduk yang nyaman sambil menyiapkan umpan dari cacing tanah yang masih hidup dan menggeliat-geliat seolah tak rela dijadikan korban para ikan kelaparan. Setelah beberapa saat umpan dipasang, dengan sigap paman langsung melempar ketempat yang diperkirakan ikan-ikan tersebut banyak berkumpul. Setelah beberapa saat menunggu sambil menikmati sebatang rokok yang sudah disiapkan, akhirnya pelampungpun mulai bergerak mengisyaratkan umpan mulai dilirik dan dimakan si ikan. Sambil menunggu waktu yang tepat untuk menarik gagang pancing, pamanpun seolah komat-kamit seakan membaca sebuah mantra yang akan membuat ikan tak berdaya dimata kail yang tersembunyi dibalik umpan. Akhirnya pengalaman dan keliahaian pamanpun menundukkan kelincahan ikan yang terpancing dengan umpannya, dan akhirnya ikan pun tak berdaya samapi masuk kedalam bosang (tempat hasil tangkapan ikan yang terbuat dari bambu).


“Lumaya...’ ungkap pamanku terdengar bahagia karena mendapatkan hasil yang cukup besar. Setelah itu lalu paman mencoba keberuntungannya untuk kedua kalinya, namun seolah sang ikan telah menyadari kehilangan temannya yang telah terpancing umpan yang berkail tajam, dan berusaha menjauh dari asa sang pemburu ikan. Menyadari situasi yang mulai kurang bersahabat dengan keberuntungannya, sang pamanpun memutuskan menghentikan ambisinya untuk mendapatkan ikan yang lebih Karena merasa perutnya sudah mulai tidak kompromi karena kosong belum terisi sejak tadi pagi. Selanjutnya pamanpun mulai bergegas pulang menyusuri pematang sawah dan semak-semak belukar yang tumbuh rimbun diantara lebatnya pepohonan di kebun kayu milik warga kampung sebelah.


Sesampainya dirumah, paman langsung bertindak bak koky berpengalaman. Tidak sampai beberapa menit ikanpun mulai berenang diatas genangan minyak goreng yang mulai bergemuruh karena panasnya. Beberapa saat setelah ikan mulai matang, pamanpun tidak sabaran untuk menyantap hasil tangkapannya, dan memanggilku untuk menemaninya makan.


Setelah selesai makan, paman memintaku untuk membereskan piring, sedangkan sisa-sisa tulang ikan paman sendiri yang membawanya dan menanamnya untuk menghindari bahaya dari tajamnya duri-duri tulang yang bisa menusuk telapak kaki. Keesokan harinya, paman tidak sengaja melihat ada sesuatu yang ganjil dari tempat dia menimbun tulang ikan tersebut, ternyata setelah diperiksa secara teliti tulang ikan yang ditimbunnya kemarin tumbuh menjadi sebuah pohon jambu batu yang awalnya tidak tidak terdapat ditempat tersebut. Karena panik, pamanpun segera memanggil-manggil keluarga untuk menyaksikan kejadian ganjil dan aneh itu, sambil menceritakan kronologis kejadiannya. Kejadian inipun mulai jadi perbincangan dan membuat banyak masyarakat berbondong-bondong menyaksikan kejadian unik tersebut. Dan beberapa dari mereka yang meyakini dan percaya dengan cerita si paman, mengambil daun dari jambu tersebut untuk dijadikan obat. Dan beberapa orang yang mencoba memanfaatkannyapun ada yang menyatakan itu pohon ajaib dan membawa berkah. Sampai sekarang pohon itu masih ada, berbuah dan tumbuh subur dan makin banyak yang mencoba khasiat dari daun dan buahnya menjadi obat bagi penyakit yang mereka derita.


Akhirnya, mari kita mengambil hikmah dari kejadian ini. Bahwa semua dari Alloh dan kembali padaNya. Hanya Alloh sang penurun penyakit, mengadakan obatnya, dan menghilangkan penyakitnya. Tidak ada kekuatan selain kekuatannya.

Kejadian di atas hanya keajaiban kecil yang terjadi dari banyak kajaiban di dunia ini. Maka janganlah dijadikan menjadi sesuatu yang meragukan kehendakNya. [] - 03





 Penulis : Risna Hauli (Anggota Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang)