Duta Pariwisata NTB jadi Inspirator Hijab

SMPN 3 Kopang - Ninda Putri Laili yang akrab disapa Putri adalah salah satu perempuan terbaik kebanggan NTB yang telah mengikuti ajang kompetisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang disiarkan langsung di Trans7 pada tanggal 5 Juli 2015 lalu, dan berhasil meraih juara dua di bawah Bella Almira dari Jakarta.
Ninda Putri Laili, anak bungsu pasangan H.Gde Karmada dan Hj.Sumarni ini, adalah sosok perempuan multitalenta, maka tak heran jika sebelum namanya terukir di tingkat nasional, putri telah banyak menyandang predikat dan prestasi membanggakan di daerahnya, salah satu diantaranya yang paling membanggakan baginya yaitu terpilihnya menjadi  mewakili NTB pada ajang Putri Pariwisata Indonesia tahun 2013. “Dan saat itulah awal pijakannya menuju kancah prestasi yang lebih tinggi” ungkapnya
Harapan dan cita-cita gadis berusia 22 tahun alumni Unram ini pun tercapai dengan predikat sangat membanggakan, tidak hanya itu, kini namanya telah menjadi pembicaraan banyak kalangan yang peduli dengan tren hijab, untuk menjadikannya Sebagai icon fashion muslimah, dan Putri berharap prestasi ini tidak hanya akan mengangkat nama daerah NTB dan keluarganya dimata dunia, namun dia pun berharap bisa menginspirasi para muslimah, khususnya di NTB untuk menjadikan hijab sebagai suatu kewajiban, bukan hanya sekedar mengikuti tren mode.
Putri juga ingin menunjukkan, bahwa perempuan muda yang berhijab tidak tidak terhalang untuk berprestasi. Untuk sementara, setelah keputusan final juri yang menobatkan Putri sebagai juara kedua Sunsilk Hijab Hunt 2015, Puteri mengaku telah ditawari untuk pemotretan dan fashion show. Selain itu juga dia diminta menjadi salah satu brand busana muslim populer Indonesia yang berencana menjadikan perempuan asal Lombok ini sebagai ikon mereka. Runner up 1 Puteri Pariwisata Indonesia ini juga akan menjadi bintang tamu di beberapa program Trans7.
semoga ini awal dari karier yang baik sebagai entertainer buat putri. Teruslah berkarya dan buat Nusa Tenggara Barat bangga memiliki duta sepertimu.(Hery) - 01

Bazar Amal, Kreasi Cinta Pemuda Montong Gamang



SMPN 3 KOPANG-Bulan Ramadhan tahun ini, bukan hanya menjadi bulan cinta sang Kholik buat hambaNya, dengan segala limpahan rahmat, nikmat dan pengampunanNya, namun juga menjadi berkah cinta buat fakir miskin, anak yatim dan anak terlantar.
Dua hari lalu secara kebetulan penulis mampir sholat di Masjid pinggir Jalan desa Montong Gamang yang merupakan salah satu masjid termegah di desa Montong Gamang. Ada hal yang menarik yang sempat membuat saya terperangah dengan pemandangan di depan halaman Masjid, yaitu 2 buah stand yang ditunggui oleh beberapa anak berpakaian pramuka dan sebuah plang nama yang bertuliskan “harga rata-rata Rp.6.000”. Setelah beberapa saat saya berfikir, ah…daripada saya penasaran sebaiknya saya tanyakan langsung kepada 2 orang gadis berseragam pramuka yang sedang menjaga stand tersebut layaknya seorang pedagang professional. Dari hasil wawancara saya, ternyata mereka adalah siswi dari MA Darul Mahmudien yang ditugaskan menjajakan barang dagangan bazar amal pakaian bekas layak pakai untuk menggalang dana amal buat anak yatim dan anak terlantar di desa Montong Gamang.
Sejenak saya menggumam dalam hati, bahwa apa yang awalnya saya pikir tidak etis, berbalik menjadi sebuah kekaguman luar biasa kepada para pemuda Desa Montong Gamang ini yang benar-benar kreatif. Ide kreatif yang sangat luar biasa ini patut di apresiasi. Menurut keterangan mereka, kegiatan tersebut telah dibuka sejak tanggal 8 Juli 2015 lalu dan rencananya akan ditutup hingga 2 hari sebelum lebaran Idul Fitri.
Mereka menambahkan bahwa “Kegiatan ini sesungguhnya sudah dimulai sejak 2 tahun lalu”. Dengan dukungan dan testimoni positif dari semua lapisan masyarakat dan lembaga-lembaga baik formal maupun informal yang ada di desa Montong Gamang. Maka terwujudlah kegiatan tersebut. Pembentukan panitia yang diketuai oleh M.Abdul Gani,M.Pd membagi tugas untuk terjun langsung ke masyarakat untuk mencari dan mengumpulkan pakaian-pakaian yang masih layak pakai untuk disumbangkan sebagai barang dagangan pada kegiatan bazar tersebut. Disamping itu pula, panitia mencoba masuk ke lembaga-lembaga formal maupun informal seperti sekolah dan kantor/toko yang terdapat di desa Montong Gamang untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan amal tersebut.
Dari kegiatan terjun langsung ke masyarakat tersebut, dihasilkan beberapa jenis barang seperti pakaian dan gula yang diharapkan bisa mudah dijual. Berdasarkan perhitungan kotor panitia, ada sekitar 200an jenis pakaian layak pakai baik berbentuk baju, celana, dan jaket yang dapat dikumpulkan. Sedangkan gula dari sumbangan anak-anak sekolah yang secara kebetulan sedang melaksanakan MOS (masa orientasi siswa), terkukumpul sekitar 50 kg.
Kegiatan ini telah medapat perhatian khusus dari H.Muhammad Amin Abdulloh selaku kepala desa Montong Gamang yang secara langsung memberikan dukungan dana senilai Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah) sebagai support tambahan dalam kegiatan tersebut.
Menurut keterangan Fauzan,S.Pd bahwa kegiatan ini didasari oleh keprihatinan para pemuda Montong Gamang terhadap banyaknya anak-anak yatim, fakir miskin dan anak terlantar yang butuh perhatian banyak orang untuk meringankan beban dan kekurangan hidup mereka.
Selanjutnya Fauzan menambahkan bahwa kegiatan ini meskipun tidak direncanakan jauh-jauh hari, namun antusiasme warga dalam segala bentuk dukungannya membuatnya berjalan sangat mudah dan lancar. Dan yang lebih menariknya lagi, bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan kebermanfaatan buat para mustahik (yang berhak menerima santunan), tetapi menjadi ajang pembelajaran buat para pelajar dari MA Darul Mahmuddien dan SMP Negeri 3 Kopang yang tergabung dalam pasukan “Pramuka Peduli Rakyat” yang siap standby di stand bazaar amal dari pagi sampai malam secara bergantian.
Semoga kegiatan ini dapat mengispirasi para pemuda di desa-desa lain, untuk membangun rasa kepedulian dan kepekaan mereka terhadap kondisi sesama dilingkungan maing-masing. hery

Setelah Hearing Sekdes Montong Gamang Berjanji Mundur

Montong Gamang, 30 April 2015; Sekitar pukul 10.00 Wita perwakilan masyarakat desa Montong Gamang yang peduli dengan pembangunan desanya terlihat memenuhi Aula Kantor Desa untuk melakukan hearing dengan Pemerintahan Desa. Perwakilan kelompok yang hadir saat itu mencerminkan presentatif penduduk desa Montong Gamang, karena terdiri dari perwakilan dusun yang melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat. Pada acara tersebut hadir juga pihak Kepolisian Sektor Kopang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kopang, Babinsa, pemerintah kecamatan dan Pol PP.
Kepala Desa Montong Gamang H.Muhammad Amin Abdullah, Sag membuka dan sekaligus memandu acara tersebut, dan sebelum masuk pada acara diskusi terlebih dahulu kepala desa memaparkan garis besar apa yang menjadi sorotan masyarakat terhadap kebijakan yang telah diambilnya, terutama yang berhubungan langsung dengan kegiatan pembangunan pada tahun 2014 dan APBDes tahun 2015.
Perwakilan Kelompok Peduli Pembangunan Desa Montong Gamang yang dikoordinir  oleh Suratman, Erwin, Agus  dan Sunardi, pada awalnya mempertanyakan APBDes tahun 2015 yang dirasa banyak  penyimpangan dan hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi  pada satu  dusun saja. RAPBDes yang telah terdokumentasi tersebut bukan merupakan program yang dihasilkan secara partisipatif melalui proses musrenbangdes tahun sebelumnya, tetapi hanya berisi keinginan sekelompok kecil dilingkar pemerintahan. Jika dibiarkan, untuk apa  bersusah payah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya melakukan musyawarah desa bila hasilnya tidak satupun diakomodir dalam perencanaan pembangunan desa, ungkap Sunardi yang juga sebagai ketua Panitia pelaksanaan Musrenbangdes.
Pada saat diskusi sebelumnya pernah terungkap jika BPD sama sekali tidak tahu isi APBDes yang ditanda tanganinya, dengan alasan tidak memiliki waktu untuk membaca apalagi mempelajarinya, karena Sekretaris Desa (Saprudin) memberikan dokumen tersebut pada saat akan diserahkan ke BPMD, dimana  hari itu juga merupakan hari terakhir penyerahan APBDes.
Ini bukan semata-mata kesalahan pihak desa jawab Saprudin, karena pihak kabupaten sendiri tidak pernah konsisten dalam memberikan pengarahan kepada desa dalam penyusunan RAPBDes, sebelumnya  desa dianjurkan untuk menyusun Perencanaan selama 6 bulan dengan alokasi dana sebesar 60-40%, tidak lama berselang desa kembali dianjurkan untuk merubah APBDes dengan jangka waktu 1 tahun dan itu terjadi berulang kali sehingga kami bekerja siang malam untuk menyesuaikan anggaran yang akan  diterima dengan rencana  program kegiatan desa.
Acara sempat ricuh ketika salah satu anggota BPD (H. Edi Kariawan) memberikan tanggapan yang menyulut emosi masyarakat dan cendrung mengarah kepada personal  koordinator kelompok, sehingga beberapa kursi didalam ruangan sempat dibanting oleh peserta  dan sempat juga terlontar kata-kata ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja BPD serta meminta agar BPD segera dibubarkan karena belum paham dengan tugas pokok dan fungsinya. Pada saat kericuhan terjadi petugas keamanan yang berada didalam maupun luar ruang bertindak sigap untuk memberikan pengamanan terhadap peserta Hearing agar tidak terjadi hal-hal diluar keinginan bersama, dan beberapa peserta yang tampak tenang juga ikut memberikan pengamanan dan nasehat kepada kelompoknya.
Adapun pertanyaan yang diajukan oleh kelompok peduli pembangunan desa Montong Gamang kepada Pemerintahan desa adalah sebagai berikut :
  • RAPBDes tahun 2015, menyimpang dari hasil musyawarah masyarakat desa dan sifatnya hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi di satu dusun.
  • Pada tahun 2014 program pemasangan KWH PLN secara gratis hanya terkonsentrasi di satu dusun
  • Rehab Rumah Tidak Layak Huni juga berada di 1 dusun
  • PADes yang berasal dari Prona tidak masuk dalam kas desa tanpa ada pertanggung jawabannya
  • PADes yang berasal dari jual beli tanah tidak sesuai dengan buku registrasi dan banyak angka yang meragukan karena angkanya ditindih/direkayasa.
  • PADes yang berasal dari Pengurusan surat Nikah baik dalam desa maupun keluar desa dalam satu kecamatan, keluar desa antar kecamatan dan keluar desa antar kabupaten tidak sesuai ketentuan.
  • Proses Pemecatan beberapa kadus tanpa mempertimbangkan prikemanusiaan dan keadilan karena dipecat tanpa alasan yang jelas serta tidak sesuai dengan aturan.
  • Proses pengangkatan kadus pengganti tidak sesuai dengan hasil musyawarah.
  • Dan masih banyak lagi persoalan yang mengemuka terkait dengan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan APBDes tahun 2014.
Pada kesempatan yang sama, Camat Kopang Lalu Setiawan, S.Sos atas permintaan peserta hearing berkesempatan memberikan keterangan dengan gamblang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan kepadanya. Bahkan dalam forum tersebut juga camat kopang juga menceritakan kronologi proses koordinasi yang dilakukan  kepala desa montong gamang’ Dilain kesempatan kades sering mengatasnamakan camat didalam mengambil keputusan, sehingga kasus maupun kebijakan yang tidak layak banyak dikaitkan dengan camat sehingga menuai kontroversi dari masyarakat desa montong gamang.
Diakhir acara Sekretaris Desa Montong Gamang menyatakan  diri mundur sebagai sekdes terhitung jumat, 1 mei 2015 dan akan segera menyusun surat pengunduran dirinya.
Masyarakat juga meminta agar bendahara Desa segera diganti dan  memberikan kesempatan selama 1 minggu kepada pihak pemerintahan desa untuk segera memperbaiki APBDes dan memperbaiki kinerjanya, apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan apa yang menjadi tuntutan tersebut belum terealisasi, maka dengan penuh sesal kasus ini akan diajukan keranah hukum.

https://kmberugakdese.wordpress.com/2015/05/01/setelah-hearing-sekdes-montong-gamang-berjanji-mundur/

"Sayur Ares" Primadona Kuliner Lombok

LOMBOK adalah sebuah pulau nan elok mempesona yang dikiaskan sebagai “seorang putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan pesonanya. Lombok terletak di antara 2 obyek wisata populer dunia yaitu pulau Bali dan pulau Komodo. Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan 8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² dengan tempat tertingginya merupakan salah satu wisata pendakian yang sangat populer yaitu gunung berapi Rinjani yang tingginya sekitar 3.726 m di atas permukaan laut.
Selain strategis, indah, aman dan nyaman, Lombok juga menyimpan berbagai keunikan kuliner yang ngangenin. Salah satunya yaitu sayur ares.
Tidak lengkap “begawe” tanpa kehadiran sayur Ares...
Ares merupakan kuliner khas Lombok yang sejak berabad lalu sudah menjadi sayuran tradisi yang wajib disajikan di acara-acara pesta kampung (begawe gubuk) masyarakat suku sasak. Bahan utama kuliner tradisional ini berasal dari batang (kedebong) pisang yang masih muda. Selain masih muda, pengolahan sayuran Ares ini harus memperhatikan jenis pohon pisang yang bisa buat ares, sebab tidak semua jenis pohon pisang bisa dibuat sayur Ares. Beberapa jenis pohon pisang yang bisa digunakan untuk pembuatan sayur Ares yaitu pisang Kepok dan pisang Air, sedangkan jenis pohon pisang yang lain berdasarkan keterangan dari RAN (chef tradisional Lombok) tidak enak dijadikan sayur Ares.
Selanjutnya, setelah batang pisang disiapkan sesuai dengan kriteria yang disebutkan di atas, batang pisang disiapkan untuk diiris tipis diatas wadah yang disebut nare, namun sebelumnya batang pisang tersebut dikuliti sampai benar-benar terlihat muda dan lembek sehingga mudah diiris. Setelah irisan sudah memenuhi wadah nare, para pemuda yang bertugas sebagai asisten Ran menaburi irisan kedebong dengan garam dapur sambil diaduk dan diremas-remas sampai lumat tanpa dicuci karena sudah bersih dan steril sehingga langsung dimasukkan kedalam jambangan beleq (kuali besar).
Sebelum irisan kedebong yang sudah siap dimasukkan ke dalam jambangan beleq, Bumbu yang sudah disiapkan oleh inaq-inaq (ibu-ibu) dari bahan ketumbar, jintan, lengkuas, bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri dan kunyit yang di goreng sampai tercium bau harumnya dimasukkan kedalam air santan mendidih yang sudah lebih dahulu dipanaskan didalam jambangan beleq, dan setelah beberapa menit kemudian barulah irisan kedebongyang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam jambangan beleq. Untuk lebih menciptakan aroma sedap sayur Ares, bisa juga ditambahkan dengan daging sapi atau kambing, sesuai selera atau jenis daging hewan yang dikorbankan sang sade krane (tuan rumah yang menggelar acara pesta).
Makanan tradisional suku Sasak ini pada awalnya hanya disajikan saat acara begawe (pesta kampung) saja, namun seiring perkembangan dunia pariwisata yang mengdepankan kuliner khas daerah, Ares merupakan salah satu kuliner primadona yang sangat digemari para pecinta kuliner daerah baik dari dalam maupun luar mancanegara. Ciri khas murah dan meriah yang melekat pada kuliner ini menjadikannya kaya dengan ungkapan dan kiasan yang menarik perhatian, seperti “ndeqne mantep idapne begawe lamun ndeq arak ares” artinya tidak lengkap rasanya sebuah pesta jika tidak ada hidangan Ares didalamnya.  
Tidak hanya itu, selain rasanya yang khas dan istimewa, kuliner ini memiliki sejarah yang cukup unik. Konon berabad-abad lalu, pulau Lombok pernah mengalami musim kering yang sangat panjang sehingga lahan menjadi kering dan tandus, tanaman banyak yang mati kelaparan. Namun ditengah-tengah bencana itu, ada satu jenis pohon yang tetap bisa bertahan di tengah kekeringan tersebut yaitu pohon pisang. Pohon pisang inilah yang kemudian menjadi pengganti rumput, makanan bagi ternak-ternak warga yang sudah kelaparan. Tersebut dalam kisah ini seorang lelaki bernama Amaq Ares yang melihat sapi-sapinya lahap memakan kedebong (batang) pisang.
Dari situlah muncul ide untuk membuat sayur dari kedebong pisang yang masih muda. Oleh Inaq Ares, kedebong tersebut dipotong-potong dan diracik dengan menggunakan bumbu yang sudah ada di dapur. Setelah dimasak dan dirasakan, ternyata sayuran ini tidak kalah enak dengan makanan lainnya. Sejak itu, Amaq Ares dianggap penemu masakan tradisional ini. Maka sejak saat itulah Ares menjadi masakan wajib bagi suku sasak yang menggelar begawe gubuk (pesta kampung) sampai saat ini.
Melihat dan memperhatikan sejarah di atas, para pemerhati budaya daerah Lombok berpendapat bahwa dibalik pembuatan sayuran Ares tersimpan banyak nilai positif yang muncul selama proses pengolahannya diantaranya kesederhanaan, kebersamaan, tanggung jawab dan kebahagiaan. Semuanya terbungkus menjadi satu dalam bingkaibegawe gubuk yang mendorong terbangunnya nilai kekeluargaan.
Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pariwisata saat ini, Ares banyak ditemui di warung-warung biasa sebagai makanan sehari-hari. Jika Anda jalan di seputaran Mataram dan Cakranegara, ada banyak warung makan yang menjual Ares.(hery) - 01


NASIB EMAN KDI ADA DI TANGAN KITA SEMUA

Tiga juri memberikan bintang dan akhirnya gerbangpun terbuka lebar buat eman KDI berkat tembang berjudul “Syahdu” yang dilantunkannya dengan syahdu pula. Suara emas Eman dapat memukau dan mencuri hati para dewan juri dan seluruh penonton di studio. Eman dapat membuktikan bahwa sekalipun dia seorang penyanyi kampung tapi tidak kampungan. Namun ini bukan sebuah perjuangan yang mudah untuk merebut tiket ke gerbang KDI 2015. Dia telah berjuang keras untuk menaklukkan ribuan pesaing di daerahnya yang juga memiliki potensi luar biasa.
“Alhamdulillah berkat doa dan dukungan warga NTB pada khususnya dan masyarakat indonesia pada umumnya saya bisa membuka gerbang KDI 2015”. Saya benar-benar nerves ketika gerbang dibuka karena ini baru pertama kali tampil di panggung yang megah dan di depan ribuan penonton serta para dewan juri. Untung saja suara saya bisa keluar” ungkap Eman ketika diwawancara via telfon. Ini merupakan langkah awal yang baik bagi Eman yang memiliki nama panjang Sulaiman Haris untuk meniti karir meraih asa sebagai bintang dangdut nasional. Eman KDI adalah salah seorang putra daerah Lombok Tengah NTB yang berdomisili di Desa Barabali Kec. Batukliang. Dia adalah putra dari pasangan Bapak Senan dan Ibu Fatimah.
Untuk meraih impiannya tersebut tentunya dibutuhkan kerja ekstra keras. Hal ini tidak cukup mengandalkan kemampuan bernyanyi saja, namun dibutuhkan dukungan doa dan polling SMS dari segenap warga NTB khususnya dan Masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebagai warga NTB kita harus saling dukung demi nama harum NTB. Eman merupakan aset NTB, dan kita berharap kepada pemerintah baik pemerintah kabupaten se- NTB maupun kepala daerah provinsi NTB agar menjadikan Eman sebagai salah satu investasi seni yang tentunya jika Eman berhasil menjadi bintang KDI 2015, maka otamatis akan bisa memberikan kontribusi balik kepada daerah kita tercinta, paling tidak nama NTB akan berkibar di jagat raya ini khususnya di Indonesia.
Untuk melanjutkan perjuangan Eman, maka diperlukan dukungan kita semua berupa doa dan  SMS (vote) sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu sekali lagi kepada pemerintah pada khususnya dan inaq, amaq semeton jari senamian dimana saja berada, mari kita bersama-sama berpartisipasi mendukung Eman KDI dengan cara “Ketik KIDI (spasi) EMAN lalu kirim ke 95151”.
Semoga dengan dukungan kita semua, bisa memudahkan perjalanan Eman untuk melaju ke babak-babak berikutnya bahkan sampai meraih bintang di KDI 2015. Jadi Nasib Eman salah satunya ditentukan oleh kita semua. Untuk itu mari kita terus mendukung Eman. (Zul)

Kepala Kampung Masuk Sekolah

SMPN 3 Kopang. Gugus kendali mutu yang dilakukan secara terus menurus (continues improvement) merupakan salah satu strategi pendekatan (approach) manajemen untuk memastikan konsumen puas dengan barang atau jasa yang dihasilkan. Perbaikan yang dimaksud tentunya dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi ataupun masukan (input) dari para stake holder dengan tulus dan terbuka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk selalu  menjaga eksistensi dan kemajuan organisasi, kalau tidak maka organisasi tersebut akan stagnan dan cendrung gulung tikar. Demikian salah satu konsep pendekatan manajemen yang ditawarkan oleh teori Total Quality Management (TQM) yang digagas pertama kali pada tahun 1950-an oleh seorang ilmuan Amerika, Dr.W.Edwards Deminng.

Pendekatan manajemen dan semangat keterbukaan ini pun rupanya dibangun oleh Kampung Media sebagai organisasi yang mengelola media online bagi portal jurnalistik warga NTB. Hal ini terbukti dari setiap pengaduan maupun opini/artikel dan kanal lain yang bersifat masukan (input) dari para warganya selalu dibaca, difikir, dan dikerjakan sesuai salam kampung  yang dikumandangkan di setiap acara Kampung Media. Sebagai salah satu contoh riil perhatian Kepala Kampung terhadap masukan warganya adalah ketika membaca salah satu artikel dari Komunitas Jurnalis Pemula SMPN 3 Kopang yaitu tulisan Rainanda Ade Sukma berjudul “Perjuangan Hidup Sang Serdadu”. Beliau berkomentar dengan mengatakan “Saya bangga dengan Jurnalis SMP3 Kopang.... Teruslah menulis... I Love U Full.... Insya Allah saya akan datang ke sana.“. Ternyata komentar tersebut ditindaklanjuti dengan mengunjungi sekretariat Komunitas Jurnalis Pemula SMPN 3 Kopang pada hari Jum’at tangga 20 Februari 2015.

Kepala Kampung, bapak Fairus Abadi beserta rombongan tiba di sekretariat komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang tepat pukul 09.15 wita. Yel-yel Salam dari kampung “Baca...Fikir...Kerja” pun berkumandang menyambut rombongan kepala kampung membuat suasana  acara silaturrahim semakin semarak. Kunjungan kepala kampung kali ini memberikan asupan motivasi yang sangat luar biasa kepada anggota komunitas jurnalis pemula. Mereka kelihatan sangat gembira, raut wajah mereka terpancar rona segar kegirangan karena usaha dan upaya mereka menghiasi setiap kanal dengan hasil tulisan jari-jemari mereka ternyata mendapat perhatian dan penghargaan dari  kepala kampung.

Acara Silaturrahim juga dihadiri oleh beberapa komunitas kampung media lain di antaranya  KM. Sopo Ate, KM. Begibung, KM. Puspalaya dan KM. Jaran Guyang. Mereka sengaja diundang untuk berbagi pengalaman (Sharing) dan memberikan motivasi kepada komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang yang relatif lebih muda baik ditinjau dari usia keanggotaan yang baru saja bergabung pada tanggal 28 Nopember 2014 maupun ditinjau dari umur penulisnya yang rata-rata masih sangat belia.

Acara dimaulai tepat pukul 09.30 wita yang diawalai dengan sambutan bapak Kepala SMPN 3 Kopang, yang diwakili oleh wakil kepala sekolah urusan kesiswaan Bapak Erdani Suratman, S.Pd. Dalam sambutannya beliau mengatakan “ kami sangat berterima kasih atas kedatangan bapak kepala kampung beserta rombongan di sekretariat komunitas jurnalis pemula kami. Kunjungan bapak kepala kampung merupakan penghargaan yang sangat tinggi untuk komunitas kami, yang tentunya akan dapat menginspirasi dan menjadi motivasi bagi anak-anak kami untuk terus berkarya memberikan informasi-informasi positif melalui tulisan-tulisan mereka”.

Selanjutnya beliau sangat berterima kasih, bahwa dengan kehadiran kampung media, program-program sekolah khususnya dalam pengenalan IT, siswa-siswi sangat terbantu karena mau tidak mau ketika mereka memposting tulisan, maka mereka harus mengirimnya melalui  internet. Di samping itu, keberadaan kampung media dapat dijadikan sebagai media pembelajaran autentik untuk  kegiatan ekstrakurikuler bidang jurnalistik, dan yang tak kalah pentingnya adalah hadirnya kampung media dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi anak-anak  untuk menambah wawasan dan pengetahuan ”, demikian imbuh bapak wakil kepala sekolah.
 Pada akhir sambutan, beliau menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses penyambutan sampai pada pelayanan selama berlangsungnya acara terdapat kekurangan.

Sambutan Kepala sekolah berlangsung sekitar 10 menit kemudian dilanjutkan dengan acara sambutan dari Bapak Kepala Kampung, Bapak Fairus Abadi. Pada intinya beliau sangat mengapresiasi inisiatif  para awak Komunitas Jurnalis Pemula SMPN 3 Kopang yang terus  berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan Kampung Media ke depan. Ucapan terima kasih dan bangga terlontar kepada para jurnalis pemula yang telah menghiasi setiap halaman kampung media dengan ide-ide brilian melalui tulisan- tulisannya.
Beliau memotivasi  para awak komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang, bahwa kedahsyatan menulis mampu menjinakkan fikiran-fikiran kita. Ketika kita merasa kalut, gembira, sedih, marah ataupun kesal, maka tumpahkan dalam tulisan. Dengan tulisan kita bisa menyampaikan ide, gagasan dan informasi kepada orang yang tak terbatas jumlahnya dengan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan menyampaikan informasi dengan lisan (berbicara).

Dipertegas lagi, bahwa “menghebatkan orang besar itu hal biasa, namun menghebatkan orang kecil itu sangat luar biasa”. Artinya bahwa apabila beliau mampu memotivasi dan membimbing anak-anak komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang menjadi para jurnalis yang  profesional maka itulah yang luar biasa. “Bisa dibayangkan kalu kualitas tulisan mereka sekarang  sudah sebagus ini, apalagi kalu benar-benar sudah menjadi jurnalis maka saya yakin anak-anak bisa menjadi jurnalis TV One, atau jurnalis Metro TV ataupun di TV nasional lainnya”, demikian imbuh bapak kepala kampung.
Di penghujung sambutan bapak kepala kampung menegaskan bahwa apabila ikut menjadi warga kampung media berarti kita kembali mengikuti apa yang telah disunahkan Rasullullah yaitu Iqro’ karena inti dari Iqro’ adalah Baca, Fikir, Kerja. Oleh karena itu beliau mengharapkan agar informasi tentang kampung media terus disebarluaskan sehingga kampung media akan menjadi portal jurnalistik warga NTB  yang bukan saja menasional namun akan go intenasional. Pada akhir sambutan, beliau menyerahkan kenang-kenangan berupa bingkisan yang berisi sebuah kamera digital dan beberapa buku serta majalah yang berisi  tentang berita-berita seputar NTB. Harapan beliau semoga kenangan-kenangan tersebut akan bermanfaat bagi komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang.

Sebelum acara silaturrahim ditutup dilanjutkan dengan acara diskusi. Pada kesempatan ini peserta silaturrahim diberikan kesempatan untuk bertanya atau memberikan masukan kepada bapak kepala kampung. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh dua orang anggota komunitas jurnalis, mereka adalah Baiq Inanda dan Rainanda ade Sukma. Inti pertanyaan mereka adalah bagaimana strategi wawancara agar informasi yang diperoleh bisa maksimal. Sebelum menjawab kedua pertanyaan tersebut, bapak kepala kampung memuji pertanyaan yang dilontarkan oleh kedua anak tersebut karena pertanyaan mereka  layaknya pertanyaan seoarang junalis profesional. Pernyataan beliau disambut dengan tepuk tangan oleh para hadirin. Sesaat bapak kepala kampung berfikir, lalu menjawab  dengan enteng “ada dua jenis tulisan yaitu jenis fiksi dan non fiksi. Kalau tulisan fiksi seperti yang ditulis adik-adik tidak perlu melakukan wawancara, kalaupun ada wawancara, akan lebih baik untuk memperkuat berita” .

Selanjutnya acara diskusi dimanfaat juga oleh KM. Begibung dan KM. Sopo Ate untuk memberikan masukan kepada kepala kampung dalam rangka menambah kebermanfaatan kampung media bagi warganya. Adapun masukan KM. Begibung adalah bagaimana ke depan kampung media bisa  membuka rekening donasi dalam rangka memfasilitasi para donatur memberikan donasinya untuk biaya pembangunan masjid, kegiatan-kegiatan sosial, dana pendidikan dan lain-lain. Sementara KM. Sopo Ate meminta kepada kepala kampung menerbitkan kartu pengenal anggota kampung media sebagai identitas untuk memudahkan kegiatan wawancara. Ternyata ulan-usulan tersebut telah menjadi hidden program bagi kampung media yang akan direalisasikan pada tahun 2018 yang akan datang.

Tidak terasa acara silaturrahmi berlangsung kurang lebih 2 jam. Waktu terasa begitu singkat hal ini disebabkan karena sambutan bapak kepala kampung yang begitu memukau. Setiap untaian kalimat yang terlontar penuh filosofis dan sarat makna serta sangat inspiratif  membuat semua yang hadir terhipnotis. Sesekali keheningan terpecah oleh gelak tawa para  hadirin karena humor-humor khas beliau yang menggelitik membuat suasana semakin terasa rileks dan menyenangkan sehingga semua hadirin tak bergeming sedikitpun dari tempat duduknya. Harapan para warga komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang agar bapak kepala kampung bisa hadir di tengah-tengah mereka pada kegiatan-kegiatan yang akan datang, karena kehadiran beliau dapat memberikan  motivasi sekaligus pencerahan untuk kemajuan komunitas jurnalis pemula SMPN 3 Kopang. (Zul) - 05

Kisah Nyata, Tulang Ikan Bisa Tumbuh

Kisah ini bermula dari pamanku yang tinggal di dusun Mumbang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Pamanku ini sangat suka sekali memancing ikan, pada suatu hari paman pergi memancing di sungai yang dikenal angker oleh masyarakat yang tinggal di dekat sungai tersebut, tetapi paman tidak peduli dengan desas-desus tentang tempat itu, dan dengan cueknya paman berangkat menuju tempat itu yang diprediksi oleh paman pasti ikannya banyak karena jarang orang memancing dilokasi tersebut. Setibanya di tempat itu, paman lalu mencari tempat duduk yang nyaman sambil menyiapkan umpan dari cacing tanah yang masih hidup dan menggeliat-geliat seolah tak rela dijadikan korban para ikan kelaparan. Setelah beberapa saat umpan dipasang, dengan sigap paman langsung melempar ketempat yang diperkirakan ikan-ikan tersebut banyak berkumpul. Setelah beberapa saat menunggu sambil menikmati sebatang rokok yang sudah disiapkan, akhirnya pelampungpun mulai bergerak mengisyaratkan umpan mulai dilirik dan dimakan si ikan. Sambil menunggu waktu yang tepat untuk menarik gagang pancing, pamanpun seolah komat-kamit seakan membaca sebuah mantra yang akan membuat ikan tak berdaya dimata kail yang tersembunyi dibalik umpan. Akhirnya pengalaman dan keliahaian pamanpun menundukkan kelincahan ikan yang terpancing dengan umpannya, dan akhirnya ikan pun tak berdaya samapi masuk kedalam bosang (tempat hasil tangkapan ikan yang terbuat dari bambu).


“Lumaya...’ ungkap pamanku terdengar bahagia karena mendapatkan hasil yang cukup besar. Setelah itu lalu paman mencoba keberuntungannya untuk kedua kalinya, namun seolah sang ikan telah menyadari kehilangan temannya yang telah terpancing umpan yang berkail tajam, dan berusaha menjauh dari asa sang pemburu ikan. Menyadari situasi yang mulai kurang bersahabat dengan keberuntungannya, sang pamanpun memutuskan menghentikan ambisinya untuk mendapatkan ikan yang lebih Karena merasa perutnya sudah mulai tidak kompromi karena kosong belum terisi sejak tadi pagi. Selanjutnya pamanpun mulai bergegas pulang menyusuri pematang sawah dan semak-semak belukar yang tumbuh rimbun diantara lebatnya pepohonan di kebun kayu milik warga kampung sebelah.


Sesampainya dirumah, paman langsung bertindak bak koky berpengalaman. Tidak sampai beberapa menit ikanpun mulai berenang diatas genangan minyak goreng yang mulai bergemuruh karena panasnya. Beberapa saat setelah ikan mulai matang, pamanpun tidak sabaran untuk menyantap hasil tangkapannya, dan memanggilku untuk menemaninya makan.


Setelah selesai makan, paman memintaku untuk membereskan piring, sedangkan sisa-sisa tulang ikan paman sendiri yang membawanya dan menanamnya untuk menghindari bahaya dari tajamnya duri-duri tulang yang bisa menusuk telapak kaki. Keesokan harinya, paman tidak sengaja melihat ada sesuatu yang ganjil dari tempat dia menimbun tulang ikan tersebut, ternyata setelah diperiksa secara teliti tulang ikan yang ditimbunnya kemarin tumbuh menjadi sebuah pohon jambu batu yang awalnya tidak tidak terdapat ditempat tersebut. Karena panik, pamanpun segera memanggil-manggil keluarga untuk menyaksikan kejadian ganjil dan aneh itu, sambil menceritakan kronologis kejadiannya. Kejadian inipun mulai jadi perbincangan dan membuat banyak masyarakat berbondong-bondong menyaksikan kejadian unik tersebut. Dan beberapa dari mereka yang meyakini dan percaya dengan cerita si paman, mengambil daun dari jambu tersebut untuk dijadikan obat. Dan beberapa orang yang mencoba memanfaatkannyapun ada yang menyatakan itu pohon ajaib dan membawa berkah. Sampai sekarang pohon itu masih ada, berbuah dan tumbuh subur dan makin banyak yang mencoba khasiat dari daun dan buahnya menjadi obat bagi penyakit yang mereka derita.


Akhirnya, mari kita mengambil hikmah dari kejadian ini. Bahwa semua dari Alloh dan kembali padaNya. Hanya Alloh sang penurun penyakit, mengadakan obatnya, dan menghilangkan penyakitnya. Tidak ada kekuatan selain kekuatannya.

Kejadian di atas hanya keajaiban kecil yang terjadi dari banyak kajaiban di dunia ini. Maka janganlah dijadikan menjadi sesuatu yang meragukan kehendakNya. [] - 03





 Penulis : Risna Hauli (Anggota Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang)

Sejarah Dusun Montong Bulok

Di Lombok Tengah, tepatnya di kec.Kopang desa Montong Gamang, ada sebuah dusun atau kampung kecil yang namanya Montong Bulok. Di kampung ini, rakyatnya hidup damai dan tentram meskipun jumlah penduduknya tergolong padat, dengan lokasi yang cukup strategis karena terbelah oleh jalan umum yang cukup lebar.

Tentang asal usul namanya, Kata Montong Bulok berasal dari bahasa sasak yaitu Montong dan Bulok. Montong berarti seebuah dataran tinggi, dimana di dataran tinggi ini banyak penduduk yang membangun rumah di sana, hingga terlihat seperti membentuk gunung kecil, dan Bulok itu berarti bambu kecil yang panjang dan mempunyai lubang yang besar, dulu bambu-bambu itu banyak di lihat dan ditemukan hampir memenuhi setiap sudut kampung ini, hingga terlihat tumbuh melingkar diantara rumah-rumah penduduk. Tetapi sekarang bambu-bambu itu sudah mulai berkurang karena semakin padatnya jumlah penduduk dan banyaknya bangunan-bangunan baru dilokasi dimana bambu-bambu tersebut tumbuh subur.

“Bagi mereka, berkurangnya rumpunan bambu yang mengilhami nama kampung tersebut tentu membuat mereka merasa sedih, namun perubahan haruslah terus berjalan mengikuti perkembangan zaman yang diikuti dengan semakin banyaknya manusia-manusia baru lahir sebagai penghuni kampung tersebut, dan kelak sejarahnya akan tetap terkenang sebagai simbol lahirnya kampung tersebut. Biarlah bambu menghilang digantikan dengan damai dan tenteram dihati para penduduk Montong Bulok”

Semoga tulisan yang singkat ini menjadi goresan abadi yang akan dibaca oleh mereka yang ingin mengetahui asal –usul lahirnya dusun Montong Bulok. [] - 01

Penulis : Mitha dan Bq.Purwa Setya Negari (Anggota Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang)

Penyesalan Tak Berujung

Ada seorang anak laki-laki yang sangat nakal, namanya Nasip, dia termasuk keluaga yang kurang mampu. Dia tidak pernah menuruti kata ibu bapaknya, kalau dia di nasehati dia selalu melawan. pada suatu ketika Nasip pergi berangkat sekolah, dia selalu melihat teman temannya naik motor kalau berangkat dan pulang sekolah . Dan ahirnya si Nasip meminta ibu dan bapaknya untuk membelikannya sepeda motor tetapi ibu dan bapaknya menolak permintaan Nasip, karna untuk biaya makannya saja belum cukup. Nasip pun marah dan mendorong ibunya sampai terjatuh dan Nasip langsung masuk ke kamarnya, ibu Nasip lansung menghampiri Nasip ke kamarnya dan menyuruh Nasip untuk berangkat sekolah tetapi Nasip tidak memperdulikan ibunya . Ahirnya ibu Nasip menitip pesan pada Nasip supaya dia rajin menuntut ilmu untuk masa depannya, Nasip tetap mengabaikannya. Dan dari sana Nasip tidak sering masuk sekolah, sering bolos, sering mabuk-mabukkan. Melihat hal, itu ibu Nasip langsung memarahi Nasip tetapi Nasip melawannya. ibu Nasip tetap bersabar dan selalu menasehati Nasip supaya tekun belajar. pada suatu ketika ibu Nasip tiba tiba menghampiri Nasip dan duduk di samping Nasip. tak banyak bicara ibunya Nasip langsung meminta ma'af kepada Nasip karna tidak bisa menuruti keinginan Nasip tetapi Nasip tetap cuek dan langsung meninggalkan ibunya. tak lama kemudian pak RT datang dan memberi informasi kalau bapaknya Nasip di tabrak mobil saat hendak pergi ke pasar untuk mencari nafkah. Ahirnya bapaknya Nasip mati di tempat. Karna mendengar informasi tentang itu, ibu Nasip langsung syok dan tiba tiba terbaring lemah. ibunya Nasip pun sakit dan tidak ada sama sekali yang merawatnya sedangkan Nasip gak pernah pilang sudah beberapa hari dan warga sekitar tidak tau kalau ibunya Nasip sakit. Ahirnya ibu Nasip pun meninggalkan dunia untuk selam-lamanya, warga sekitar baru tau kalau ibunya Nasip sudah meninggal setelah badan ibunya Nasip sudah membusuk ahirnya ibunya Nasip langsung di kuburkan. saat Nasip pulang ke rumahnya, Nasip tidak menemukan siapa pun di sana, dia belum tau kalau kedua orang tuanya sudah tiada. di rumahnya itu sangat kotor dan gak ada sama sekali makanan untuk di makan Nasip. seketika itu, Nasip di beritahu oleh tetangganya kalau kedua orang tuanya sudah tiada. Setelah mendengar informasi tentang itu Nasip langsung menyesali perbuatannya dan mencari kubur kedua orang tuanya, di sana dia menangis dan meminta ma'af kepada kedua orang tuanya. tidak banyak berfkir, Nasip berusaha mencari pekerjaan tetapi tidak ada satu pun orang yg menerimanya karna kemalasan dan kebodohannya. Ahirnya Nasip frustasi dan Nasip hanya bisa melamun dan menyesali perbuatannya.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi teman-teman untuk senantiasa rajin belajar dan berbakti kepada orang tua. [] - 05
Penulis : Intang Rahayu (Anggota Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang)

Prospek Kampung Media di Masa Depan

No day goes by without thinking about interesting idea to be written. Itulah virus positif yang sedang saya tularkan saat ini pada anak-anak anggota Jurnalis Kampung Media SMPN 3 Kopang dan kawan-kawan guru yang tertarik mengikuti perkembangan portal kampung media.

Kata virus di atas memang sengaja penulis gunakan sebagai korelasi terhadap para penggiat dan penulis Kampung Media sebagai ujung tombak eksistensi dan keberlanjutan Kampung Media di masa depan.
Memandang eksistensi kampung media sebagai sebuah program, maka sudah barang tentu membutuhkan pengelolaan (management) yang baik, jika berharap keberadaannya tetap langgeng.

Berbicara manajemen, penulis yakin bahwa Kampung Media sudah jauh berfikir tentang hal tersebut. Apalagi didukung penuh oleh pemerintah Provinsi NTB, sehingga memudahkan sosialisasinya di setiap SKPD baik di tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten/kota. Hal tetsebut dapat kita lihat dari tulisan-tulisan yang masuk pada kolom artikel pilihan maupun headline dalam berbagai kanal.

Tetapi, hal itu belumlah cukup untuk menjaga keberlanjutan kampung media di masa depan.
Dari hasil diskusi kami (KM.Puspalaya,KM.Begibung, dan KM.Sopo Ate) tentang prosfek kampung media dimasa depan. Kampung Media sebagai salah satu wadah dan sumber belajar sangatlah produktif jika keberadaan Kampung Media tidak hanya menjadi wadah dan sumber belajar mereka para orang dewasa yang saat ini aktif menulis dan membuka bolg-blog di kampung media. Tetapi para siswa dan siswi serta para guru-guru di sekolah adalah salah satu ladang produktif untuk membangun generasi-generasi penulis baru yang jangkauan lebih luas dan massif dibandingkan dengan lembaga-lembaga/komunitas-komunitas yang karya dan keberadaannya kadang tidak diketahui dilingkungan dimana mereka tinggal.

Untuk itulah melalui tulisan ini, penulis mencoba sedikit berbuat karena melihat potensi tersebut di atas. Disamping sebagai wadah bagi para siswa/siswi untuk memancing dan mendorong mereka agar berpacu dalam belajar secara autentik. Tentu saja, keberadaan Kampung Media ini secara tidak langsung mendorong mereka untuk banyak membaca dan membaca, berfikir dan berfikir, sampai pada akhirnya menghasilkan tulisan-tulisan dari hasil baca dan berfikir mereka.

Untuk simbolisasi motivasi mereka, tanggal 5 Februari 2015 lalu mereka secara resmi dilantik sebagai Anggota Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang yang disambut dengan wajah sumeringah seakan-akan mereka berkata “ini saatnya, akan saya buktikan bahwa saya juga bisa”.  

Keterlibatan dan keaktifan siswa/siswi di Kampung Media tentu akan menjadi warna baru dan regenerasi di masa depan. Menitipkan kebanggaan di dada mereka merupakan salah satu strategi me-masyarakat-kan Kampung Media. Sebab cerita mereka tentang apa yang mereka tulis di Kampung Media tidak hanya akan berhenti dianggota keluarga mereka, tetapi teman bermain, kerabat, bahkan adik-adik kelas mereka yang masih belum mengerti pun akan mereka ceritakan tentang kiprah mereka di Kampung Media.

Begitupun para guru di sekolah, alangkah luar biasanya dimata siswa/siswinya ketika sang guru bercerita tentang tulisannya yang masuk headline dan dibaca ribuan orang di seluruh dunia, sehingga sang muridpun akan terinspirasi dan termotivasi untuk setidaknya belajar membuka dan melihat portal kampung media.

Mari kita telisik Kampung Media 5 tahun kedepan. Jika hari ini seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat tingkat SMP/Mts dan SMA/SMK, 3% saja para siswanya  membangun kamunitas Jurnalis di sekolah mereka, maka 2 tahun kedepan Portal Kampung Media dijamin akan berubah wajah menjadi lebih elok dan elegan dimata dunia, dan dapat dipastikan akan menjadi satu-satunya media yang memiliki jurnalis terbanyak di dunia. (rekor MURI di depan mata).

Perihal di atas tentu tidak mudah, karena butuh sumber daya yang tidak sedikit. Tetapi itu bukan perkara mustahil karena Kampung Media menurut informasi Pak Masyhuri (KM.Sambang Kampung) saat ini memiliki anggota komunitas kurang lebih 300 anggota. Hal ini tentu akan memudahkan sosialisasi dan edukasi bagi sekolah-sekolah yang ditarget sebagai titik-titik pengembangan program.

Semoga tulisan ini menjadi masukan bagi manajemen kampung media, untuk 
pengembangan generasi kampung media di masa depan.(hery) - 05

Cerita Mistis Dibalik Masjid Tua Pengkores

Di sebuah dusun yg bernama Pengkores, tepatnya di Desa Kopang Rembige kecamatan Kopang kabupaten Lombok Tengah, berdiri sebuah masjid tua yg bernama masjid Al-Badawi. Menurut beberapa narasumber yg kami temui, dikatakan bahwa masjid Al-Badawi dibangun pada tahun 1927 kurang lebih 88 tahun yang lalu. Alkisah pada waktu itu masjid Al-Badawi berukuran kecil dan sangat sederhana, dimana jendela dan sebagian temboknya dibuat dari bedek (anyaman bambu), namun keadaan tersebut tidaklah berlangsung lama, setelah lokasinya diperbaharui/digeser oleh Haji Saleh atau Tuan Guru Opal dengan tujuan agar masjid Al-Badawi posisinya tepat dan searah dengan arah kiblat (Ka’baitulloh).

Pada saat itu bapak haji Saleh membawa segenggam tanah yang telah dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari desa kelahirannya desa Opal dengan tujuan agar masjid Al-Badawi terhindar dari berbagai perihal buruk. Setelah dipindahkan, masjid Al-Badawi sering direnovasi, namun khusus mimbar (tempat imam memimpin sholat berjama’ah) tetap dibiarkan seperti sediakala, sehingga batu-bata yang digunakan pada saat pertama kali dibangun masih utuh tidak pernah diganti. Konon pernah beberapa kali dicoba untuk diperbaiki, namun ada saja kendala/kejadian yang diyakini oleh beberapa tokoh agama dan masyarakat sebagai pertanda bahwa mimbar tersebut tidak boleh dirubah. 

Hal inilah yang menjadi alasan sampai saat ini mimbar masih berbentuk seperti bentuk ketika pertama kali dibangun. Menurut keterangan narasumber, almarhum bapak TGH. Maulana Syekh Abdul Majid semasa hidupnya seringkali ketika pulang dari musafirnya, beliau menyempatkan diri untuk mampir menunaikan sholat di masjid Al-Badawi, selain itu beliau juga sering diundang memberikan taushiah dan bercerita tentang sejarah dan karomah masjid Al-Badawi yang menurut pengetahuan beliau konon sering disinggahi oleh para wali untuk melakukan Shalat berjama’ah disana, karna cerita beliaulah para warga dari daerah-daerah luar dusun Pengkores berbondong-bondong berkunjung menuju masjid Al Badawi untuk Shalat dan melaksanakan i’tikaf disana.

TGH. Maulana Syekh Abdul Majid juga pernah menyampaikan cerita tentang adanya sebuah telaga yang ditumbuhi oleh bunga Tunjung (Teratai) yang selalu mekar dan tidak pernah kuncup di depan masjid Al-Badawi. Menurut narasumber selain cerita tentang para wali yang sering sholat di sana, konon katanya sering terjadi hal-hal gaib, seperti kisah Amaq Alin, Marbot (penunggu masjid) yang pernah dikagetkan oleh seorang nenek yang menggigitnya ketika dia sedang tidur diteras masjid, dan cerita amaq Uji, seorang paranormal yang pernah melihat sosok besar berjubah putih berpesan kepadanya untuk memercikan air suci disekeliling masjid.

Begitulah sejarah tentang masjid tua yg telah berdiri selama puliuhan tahun silam, dengan semua cerita mistisnya. "Namun semua kembali kepada kita sebagai hamba Alloh yang beriman. Masjid adalah rumah Allah, tempat yang dibuat manusia untuk beribadah kepadaNya, maka jika ada kisah maupun cerita tentang hal-hal ghaib yang terjadi, semua itu atas kehendak Alloh. Dan kita sebagai hambanya wajib percaya dan mengimani bahwa hal-hal ghoib itu benar adanya. Namun jangan sampai kita menjadikan mahluk ghaib menjadi sekutu-sekutu Alloh.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah kemistisan masjid Al-Badawi ini, sehingga tujuan Ibadah kita tidak menjadi melenceng dari garis yang telah ditetapkan Alloh dan RosulNya. Insya Alloh [] - 05


Penulis : Tim I Jurnalis Cilik SMPN 3 Kopang an.Elis Novitasari, Husnul Khotimah Nuning Ayu Resma, Susi Lastia Elmaya, dan Rainanda Ade Sukma.