LOMBOK adalah sebuah pulau nan elok mempesona yang dikiaskan
sebagai “seorang
putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan pesonanya.
Lombok terletak di antara 2 obyek wisata populer dunia yaitu pulau Bali dan
pulau Komodo. Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan
8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa
Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas
pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² dengan tempat tertingginya merupakan
salah satu wisata pendakian yang sangat populer yaitu gunung berapi Rinjani
yang tingginya sekitar 3.726 m di atas permukaan laut.
Selain
strategis, indah, aman dan nyaman, Lombok juga menyimpan berbagai keunikan
kuliner yang ngangenin. Salah
satunya yaitu sayur ares.
Tidak lengkap “begawe” tanpa kehadiran sayur Ares...
Ares
merupakan kuliner khas Lombok yang sejak berabad lalu sudah menjadi sayuran
tradisi yang wajib disajikan di acara-acara pesta kampung (begawe gubuk)
masyarakat suku sasak. Bahan utama kuliner tradisional ini berasal dari batang (kedebong) pisang
yang masih muda. Selain masih muda, pengolahan sayuran Ares ini harus
memperhatikan jenis pohon pisang yang bisa buat ares, sebab tidak semua jenis
pohon pisang bisa dibuat sayur Ares. Beberapa jenis pohon pisang yang bisa
digunakan untuk pembuatan sayur Ares yaitu pisang Kepok dan pisang Air,
sedangkan jenis pohon pisang yang lain berdasarkan keterangan dari RAN (chef tradisional Lombok) tidak enak
dijadikan sayur Ares.
Selanjutnya,
setelah batang pisang disiapkan sesuai dengan kriteria yang disebutkan di atas,
batang pisang disiapkan untuk diiris tipis diatas wadah yang disebut nare, namun
sebelumnya batang pisang tersebut dikuliti sampai benar-benar terlihat muda dan
lembek sehingga mudah diiris. Setelah irisan sudah memenuhi wadah nare, para
pemuda yang bertugas sebagai asisten Ran menaburi irisan kedebong dengan garam
dapur sambil diaduk dan diremas-remas sampai lumat tanpa dicuci karena sudah
bersih dan steril sehingga langsung dimasukkan kedalam jambangan beleq (kuali
besar).
Sebelum
irisan kedebong yang sudah siap dimasukkan ke dalam jambangan beleq, Bumbu yang
sudah disiapkan oleh inaq-inaq (ibu-ibu) dari bahan ketumbar, jintan, lengkuas,
bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri dan kunyit yang di goreng sampai
tercium bau harumnya dimasukkan kedalam air santan mendidih yang sudah lebih
dahulu dipanaskan didalam jambangan beleq, dan setelah beberapa menit kemudian
barulah irisan kedebongyang sudah
disiapkan dimasukkan ke dalam jambangan beleq. Untuk lebih menciptakan aroma
sedap sayur Ares, bisa juga ditambahkan dengan daging sapi atau kambing, sesuai
selera atau jenis daging hewan yang dikorbankan sang sade krane (tuan rumah yang menggelar acara
pesta).
Makanan
tradisional suku Sasak ini pada awalnya hanya disajikan saat acara begawe
(pesta kampung) saja, namun seiring perkembangan dunia pariwisata yang
mengdepankan kuliner khas daerah, Ares merupakan salah satu kuliner primadona
yang sangat digemari para pecinta kuliner daerah baik dari dalam maupun luar
mancanegara. Ciri khas murah dan meriah yang melekat pada kuliner ini
menjadikannya kaya dengan ungkapan dan kiasan yang menarik perhatian, seperti “ndeqne mantep idapne begawe
lamun ndeq arak ares” artinya tidak lengkap rasanya sebuah pesta
jika tidak ada hidangan Ares didalamnya.
Tidak
hanya itu, selain rasanya yang khas dan istimewa, kuliner ini memiliki sejarah
yang cukup unik. Konon berabad-abad lalu, pulau Lombok pernah mengalami musim
kering yang sangat panjang sehingga lahan menjadi kering dan tandus, tanaman
banyak yang mati kelaparan. Namun ditengah-tengah bencana itu, ada satu jenis
pohon yang tetap bisa bertahan di tengah kekeringan tersebut yaitu pohon
pisang. Pohon pisang inilah yang kemudian menjadi pengganti rumput, makanan
bagi ternak-ternak warga yang sudah kelaparan. Tersebut dalam kisah ini seorang
lelaki bernama Amaq Ares yang melihat sapi-sapinya lahap
memakan kedebong (batang) pisang.
Dari situlah muncul ide untuk membuat sayur dari kedebong pisang
yang masih muda. Oleh Inaq Ares, kedebong tersebut dipotong-potong dan diracik
dengan menggunakan bumbu yang sudah ada di dapur. Setelah dimasak dan
dirasakan, ternyata sayuran ini tidak kalah enak dengan makanan lainnya. Sejak
itu, Amaq Ares dianggap penemu masakan tradisional ini. Maka sejak saat itulah
Ares menjadi masakan wajib bagi suku sasak yang menggelar begawe gubuk (pesta
kampung) sampai saat ini.
Melihat
dan memperhatikan sejarah di atas, para pemerhati budaya daerah Lombok
berpendapat bahwa dibalik pembuatan sayuran Ares tersimpan banyak nilai positif
yang muncul selama proses pengolahannya diantaranya kesederhanaan, kebersamaan,
tanggung jawab dan kebahagiaan. Semuanya terbungkus menjadi satu dalam bingkaibegawe gubuk yang mendorong terbangunnya nilai
kekeluargaan.
Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pariwisata saat ini,
Ares banyak ditemui di warung-warung biasa sebagai makanan sehari-hari. Jika
Anda jalan di seputaran Mataram dan Cakranegara, ada banyak warung makan yang
menjual Ares.(hery) - 01
