Putri juga ingin menunjukkan, bahwa perempuan muda yang berhijab tidak tidak terhalang untuk berprestasi. Untuk sementara, setelah keputusan final juri yang menobatkan Putri sebagai juara kedua Sunsilk Hijab Hunt 2015, Puteri mengaku telah ditawari untuk pemotretan dan fashion show. Selain itu juga dia diminta menjadi salah satu brand busana muslim populer Indonesia yang berencana menjadikan perempuan asal Lombok ini sebagai ikon mereka. Runner up 1 Puteri Pariwisata Indonesia ini juga akan menjadi bintang tamu di beberapa program Trans7.Duta Pariwisata NTB jadi Inspirator Hijab
SMPN 3 Kopang - Ninda Putri Laili yang akrab disapa Putri adalah salah satu perempuan terbaik kebanggan NTB yang telah mengikuti ajang kompetisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang disiarkan langsung di Trans7 pada tanggal 5 Juli 2015 lalu, dan berhasil meraih juara dua di bawah Bella Almira dari Jakarta.
Ninda Putri Laili, anak bungsu pasangan H.Gde Karmada dan Hj.Sumarni ini, adalah sosok perempuan multitalenta, maka tak heran jika sebelum namanya terukir di tingkat nasional, putri telah banyak menyandang predikat dan prestasi membanggakan di daerahnya, salah satu diantaranya yang paling membanggakan baginya yaitu terpilihnya menjadi mewakili NTB pada ajang Putri Pariwisata Indonesia tahun 2013. “Dan saat itulah awal pijakannya menuju kancah prestasi yang lebih tinggi” ungkapnya
Harapan dan cita-cita gadis berusia 22 tahun alumni Unram ini pun tercapai dengan predikat sangat membanggakan, tidak hanya itu, kini namanya telah menjadi pembicaraan banyak kalangan yang peduli dengan tren hijab, untuk menjadikannya Sebagai icon fashion muslimah, dan Putri berharap prestasi ini tidak hanya akan mengangkat nama daerah NTB dan keluarganya dimata dunia, namun dia pun berharap bisa menginspirasi para muslimah, khususnya di NTB untuk menjadikan hijab sebagai suatu kewajiban, bukan hanya sekedar mengikuti tren mode.
Putri juga ingin menunjukkan, bahwa perempuan muda yang berhijab tidak tidak terhalang untuk berprestasi. Untuk sementara, setelah keputusan final juri yang menobatkan Putri sebagai juara kedua Sunsilk Hijab Hunt 2015, Puteri mengaku telah ditawari untuk pemotretan dan fashion show. Selain itu juga dia diminta menjadi salah satu brand busana muslim populer Indonesia yang berencana menjadikan perempuan asal Lombok ini sebagai ikon mereka. Runner up 1 Puteri Pariwisata Indonesia ini juga akan menjadi bintang tamu di beberapa program Trans7.
semoga ini awal dari karier yang baik sebagai entertainer buat putri. Teruslah berkarya dan buat Nusa Tenggara Barat bangga memiliki duta sepertimu.(Hery) - 01
Bazar Amal, Kreasi Cinta Pemuda Montong Gamang
SMPN 3 KOPANG-Bulan Ramadhan tahun ini, bukan hanya menjadi bulan cinta sang Kholik buat hambaNya, dengan segala limpahan rahmat, nikmat dan pengampunanNya, namun juga menjadi berkah cinta buat fakir miskin, anak yatim dan anak terlantar.
Dua hari lalu secara kebetulan penulis mampir sholat di Masjid pinggir Jalan desa Montong Gamang yang merupakan salah satu masjid termegah di desa Montong Gamang. Ada hal yang menarik yang sempat membuat saya terperangah dengan pemandangan di depan halaman Masjid, yaitu 2 buah stand yang ditunggui oleh beberapa anak berpakaian pramuka dan sebuah plang nama yang bertuliskan “harga rata-rata Rp.6.000”. Setelah beberapa saat saya berfikir, ah…daripada saya penasaran sebaiknya saya tanyakan langsung kepada 2 orang gadis berseragam pramuka yang sedang menjaga stand tersebut layaknya seorang pedagang professional. Dari hasil wawancara saya, ternyata mereka adalah siswi dari MA Darul Mahmudien yang ditugaskan menjajakan barang dagangan bazar amal pakaian bekas layak pakai untuk menggalang dana amal buat anak yatim dan anak terlantar di desa Montong Gamang.

Sejenak saya menggumam dalam hati, bahwa apa yang awalnya saya pikir tidak etis, berbalik menjadi sebuah kekaguman luar biasa kepada para pemuda Desa Montong Gamang ini yang benar-benar kreatif. Ide kreatif yang sangat luar biasa ini patut di apresiasi. Menurut keterangan mereka, kegiatan tersebut telah dibuka sejak tanggal 8 Juli 2015 lalu dan rencananya akan ditutup hingga 2 hari sebelum lebaran Idul Fitri.
Mereka menambahkan bahwa “Kegiatan ini sesungguhnya sudah dimulai sejak 2 tahun lalu”. Dengan dukungan dan testimoni positif dari semua lapisan masyarakat dan lembaga-lembaga baik formal maupun informal yang ada di desa Montong Gamang. Maka terwujudlah kegiatan tersebut. Pembentukan panitia yang diketuai oleh M.Abdul Gani,M.Pd membagi tugas untuk terjun langsung ke masyarakat untuk mencari dan mengumpulkan pakaian-pakaian yang masih layak pakai untuk disumbangkan sebagai barang dagangan pada kegiatan bazar tersebut. Disamping itu pula, panitia mencoba masuk ke lembaga-lembaga formal maupun informal seperti sekolah dan kantor/toko yang terdapat di desa Montong Gamang untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan amal tersebut.
Dari kegiatan terjun langsung ke masyarakat tersebut, dihasilkan beberapa jenis barang seperti pakaian dan gula yang diharapkan bisa mudah dijual. Berdasarkan perhitungan kotor panitia, ada sekitar 200an jenis pakaian layak pakai baik berbentuk baju, celana, dan jaket yang dapat dikumpulkan. Sedangkan gula dari sumbangan anak-anak sekolah yang secara kebetulan sedang melaksanakan MOS (masa orientasi siswa), terkukumpul sekitar 50 kg.
Kegiatan ini telah medapat perhatian khusus dari H.Muhammad Amin Abdulloh selaku kepala desa Montong Gamang yang secara langsung memberikan dukungan dana senilai Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah) sebagai support tambahan dalam kegiatan tersebut.
Menurut keterangan Fauzan,S.Pd bahwa kegiatan ini didasari oleh keprihatinan para pemuda Montong Gamang terhadap banyaknya anak-anak yatim, fakir miskin dan anak terlantar yang butuh perhatian banyak orang untuk meringankan beban dan kekurangan hidup mereka.
Selanjutnya Fauzan menambahkan bahwa kegiatan ini meskipun tidak direncanakan jauh-jauh hari, namun antusiasme warga dalam segala bentuk dukungannya membuatnya berjalan sangat mudah dan lancar. Dan yang lebih menariknya lagi, bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan kebermanfaatan buat para mustahik (yang berhak menerima santunan), tetapi menjadi ajang pembelajaran buat para pelajar dari MA Darul Mahmuddien dan SMP Negeri 3 Kopang yang tergabung dalam pasukan “Pramuka Peduli Rakyat” yang siap standby di stand bazaar amal dari pagi sampai malam secara bergantian.
Semoga kegiatan ini dapat mengispirasi para pemuda di desa-desa lain, untuk membangun rasa kepedulian dan kepekaan mereka terhadap kondisi sesama dilingkungan maing-masing. hery
Setelah Hearing Sekdes Montong Gamang Berjanji Mundur
Montong Gamang, 30 April 2015; Sekitar
pukul 10.00 Wita perwakilan masyarakat desa Montong Gamang yang peduli
dengan pembangunan desanya terlihat memenuhi Aula Kantor Desa untuk
melakukan hearing dengan Pemerintahan Desa. Perwakilan kelompok yang
hadir saat itu mencerminkan presentatif penduduk desa Montong Gamang,
karena terdiri dari perwakilan dusun yang melibatkan berbagai unsur dan
elemen masyarakat. Pada acara tersebut hadir juga pihak Kepolisian
Sektor Kopang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kopang, Babinsa,
pemerintah kecamatan dan Pol PP.
Kepala Desa Montong Gamang H.Muhammad
Amin Abdullah, Sag membuka dan sekaligus memandu acara tersebut, dan
sebelum masuk pada acara diskusi terlebih dahulu kepala desa memaparkan
garis besar apa yang menjadi sorotan masyarakat terhadap kebijakan yang
telah diambilnya, terutama yang berhubungan langsung dengan kegiatan
pembangunan pada tahun 2014 dan APBDes tahun 2015.
Perwakilan Kelompok Peduli Pembangunan
Desa Montong Gamang yang dikoordinir oleh Suratman, Erwin, Agus dan
Sunardi, pada awalnya mempertanyakan APBDes tahun 2015 yang dirasa
banyak penyimpangan dan hanya menguntungkan kelompok tertentu serta
terkonsentrasi pada satu dusun saja. RAPBDes yang telah terdokumentasi
tersebut bukan merupakan program yang dihasilkan secara partisipatif
melalui proses musrenbangdes tahun sebelumnya, tetapi hanya berisi
keinginan sekelompok kecil dilingkar pemerintahan. Jika dibiarkan, untuk
apa bersusah payah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya
melakukan musyawarah desa bila hasilnya tidak satupun diakomodir dalam
perencanaan pembangunan desa, ungkap Sunardi yang juga sebagai ketua
Panitia pelaksanaan Musrenbangdes.
Pada saat diskusi sebelumnya pernah
terungkap jika BPD sama sekali tidak tahu isi APBDes yang ditanda
tanganinya, dengan alasan tidak memiliki waktu untuk membaca apalagi
mempelajarinya, karena Sekretaris Desa (Saprudin) memberikan dokumen
tersebut pada saat akan diserahkan ke BPMD, dimana hari itu juga
merupakan hari terakhir penyerahan APBDes.
Ini bukan semata-mata kesalahan pihak
desa jawab Saprudin, karena pihak kabupaten sendiri tidak pernah
konsisten dalam memberikan pengarahan kepada desa dalam penyusunan
RAPBDes, sebelumnya desa dianjurkan untuk menyusun Perencanaan selama 6
bulan dengan alokasi dana sebesar 60-40%, tidak lama berselang desa
kembali dianjurkan untuk merubah APBDes dengan jangka waktu 1 tahun dan
itu terjadi berulang kali sehingga kami bekerja siang malam untuk
menyesuaikan anggaran yang akan diterima dengan rencana program
kegiatan desa.
Acara sempat ricuh ketika salah satu
anggota BPD (H. Edi Kariawan) memberikan tanggapan yang menyulut emosi
masyarakat dan cendrung mengarah kepada personal koordinator kelompok,
sehingga beberapa kursi didalam ruangan sempat dibanting oleh peserta
dan sempat juga terlontar kata-kata ketidak percayaan masyarakat
terhadap kinerja BPD serta meminta agar BPD segera dibubarkan karena
belum paham dengan tugas pokok dan fungsinya. Pada saat kericuhan
terjadi petugas keamanan yang berada didalam maupun luar ruang bertindak
sigap untuk memberikan pengamanan terhadap peserta Hearing agar tidak
terjadi hal-hal diluar keinginan bersama, dan beberapa peserta yang
tampak tenang juga ikut memberikan pengamanan dan nasehat kepada
kelompoknya.
Adapun pertanyaan yang diajukan oleh
kelompok peduli pembangunan desa Montong Gamang kepada Pemerintahan desa
adalah sebagai berikut :
- RAPBDes tahun 2015, menyimpang dari hasil musyawarah masyarakat desa dan sifatnya hanya menguntungkan kelompok tertentu serta terkonsentrasi di satu dusun.
- Pada tahun 2014 program pemasangan KWH PLN secara gratis hanya terkonsentrasi di satu dusun
- Rehab Rumah Tidak Layak Huni juga berada di 1 dusun
- PADes yang berasal dari Prona tidak masuk dalam kas desa tanpa ada pertanggung jawabannya
- PADes yang berasal dari jual beli tanah tidak sesuai dengan buku registrasi dan banyak angka yang meragukan karena angkanya ditindih/direkayasa.
- PADes yang berasal dari Pengurusan surat Nikah baik dalam desa maupun keluar desa dalam satu kecamatan, keluar desa antar kecamatan dan keluar desa antar kabupaten tidak sesuai ketentuan.
- Proses Pemecatan beberapa kadus tanpa mempertimbangkan prikemanusiaan dan keadilan karena dipecat tanpa alasan yang jelas serta tidak sesuai dengan aturan.
- Proses pengangkatan kadus pengganti tidak sesuai dengan hasil musyawarah.
- Dan masih banyak lagi persoalan yang mengemuka terkait dengan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan APBDes tahun 2014.
Pada kesempatan yang sama, Camat Kopang
Lalu Setiawan, S.Sos atas permintaan peserta hearing berkesempatan
memberikan keterangan dengan gamblang sesuai dengan pertanyaan yang
diajukan kepadanya. Bahkan dalam forum tersebut juga camat kopang juga
menceritakan kronologi proses koordinasi yang dilakukan kepala desa
montong gamang’ Dilain kesempatan kades sering mengatasnamakan camat
didalam mengambil keputusan, sehingga kasus maupun kebijakan yang tidak
layak banyak dikaitkan dengan camat sehingga menuai kontroversi dari
masyarakat desa montong gamang.
Diakhir acara Sekretaris Desa Montong
Gamang menyatakan diri mundur sebagai sekdes terhitung jumat, 1 mei
2015 dan akan segera menyusun surat pengunduran dirinya.
Masyarakat juga meminta agar bendahara
Desa segera diganti dan memberikan kesempatan selama 1 minggu kepada
pihak pemerintahan desa untuk segera memperbaiki APBDes dan memperbaiki
kinerjanya, apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan apa yang
menjadi tuntutan tersebut belum terealisasi, maka dengan penuh sesal
kasus ini akan diajukan keranah hukum.
https://kmberugakdese.wordpress.com/2015/05/01/setelah-hearing-sekdes-montong-gamang-berjanji-mundur/
https://kmberugakdese.wordpress.com/2015/05/01/setelah-hearing-sekdes-montong-gamang-berjanji-mundur/
"Sayur Ares" Primadona Kuliner Lombok
LOMBOK adalah sebuah pulau nan elok mempesona yang dikiaskan
sebagai “seorang
putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan pesonanya.
Lombok terletak di antara 2 obyek wisata populer dunia yaitu pulau Bali dan
pulau Komodo. Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan
8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa
Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas
pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² dengan tempat tertingginya merupakan
salah satu wisata pendakian yang sangat populer yaitu gunung berapi Rinjani
yang tingginya sekitar 3.726 m di atas permukaan laut.
Selain
strategis, indah, aman dan nyaman, Lombok juga menyimpan berbagai keunikan
kuliner yang ngangenin. Salah
satunya yaitu sayur ares.
Tidak lengkap “begawe” tanpa kehadiran sayur Ares...
Ares
merupakan kuliner khas Lombok yang sejak berabad lalu sudah menjadi sayuran
tradisi yang wajib disajikan di acara-acara pesta kampung (begawe gubuk)
masyarakat suku sasak. Bahan utama kuliner tradisional ini berasal dari batang (kedebong) pisang
yang masih muda. Selain masih muda, pengolahan sayuran Ares ini harus
memperhatikan jenis pohon pisang yang bisa buat ares, sebab tidak semua jenis
pohon pisang bisa dibuat sayur Ares. Beberapa jenis pohon pisang yang bisa
digunakan untuk pembuatan sayur Ares yaitu pisang Kepok dan pisang Air,
sedangkan jenis pohon pisang yang lain berdasarkan keterangan dari RAN (chef tradisional Lombok) tidak enak
dijadikan sayur Ares.
Selanjutnya,
setelah batang pisang disiapkan sesuai dengan kriteria yang disebutkan di atas,
batang pisang disiapkan untuk diiris tipis diatas wadah yang disebut nare, namun
sebelumnya batang pisang tersebut dikuliti sampai benar-benar terlihat muda dan
lembek sehingga mudah diiris. Setelah irisan sudah memenuhi wadah nare, para
pemuda yang bertugas sebagai asisten Ran menaburi irisan kedebong dengan garam
dapur sambil diaduk dan diremas-remas sampai lumat tanpa dicuci karena sudah
bersih dan steril sehingga langsung dimasukkan kedalam jambangan beleq (kuali
besar).
Sebelum
irisan kedebong yang sudah siap dimasukkan ke dalam jambangan beleq, Bumbu yang
sudah disiapkan oleh inaq-inaq (ibu-ibu) dari bahan ketumbar, jintan, lengkuas,
bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri dan kunyit yang di goreng sampai
tercium bau harumnya dimasukkan kedalam air santan mendidih yang sudah lebih
dahulu dipanaskan didalam jambangan beleq, dan setelah beberapa menit kemudian
barulah irisan kedebongyang sudah
disiapkan dimasukkan ke dalam jambangan beleq. Untuk lebih menciptakan aroma
sedap sayur Ares, bisa juga ditambahkan dengan daging sapi atau kambing, sesuai
selera atau jenis daging hewan yang dikorbankan sang sade krane (tuan rumah yang menggelar acara
pesta).
Makanan
tradisional suku Sasak ini pada awalnya hanya disajikan saat acara begawe
(pesta kampung) saja, namun seiring perkembangan dunia pariwisata yang
mengdepankan kuliner khas daerah, Ares merupakan salah satu kuliner primadona
yang sangat digemari para pecinta kuliner daerah baik dari dalam maupun luar
mancanegara. Ciri khas murah dan meriah yang melekat pada kuliner ini
menjadikannya kaya dengan ungkapan dan kiasan yang menarik perhatian, seperti “ndeqne mantep idapne begawe
lamun ndeq arak ares” artinya tidak lengkap rasanya sebuah pesta
jika tidak ada hidangan Ares didalamnya.
Tidak
hanya itu, selain rasanya yang khas dan istimewa, kuliner ini memiliki sejarah
yang cukup unik. Konon berabad-abad lalu, pulau Lombok pernah mengalami musim
kering yang sangat panjang sehingga lahan menjadi kering dan tandus, tanaman
banyak yang mati kelaparan. Namun ditengah-tengah bencana itu, ada satu jenis
pohon yang tetap bisa bertahan di tengah kekeringan tersebut yaitu pohon
pisang. Pohon pisang inilah yang kemudian menjadi pengganti rumput, makanan
bagi ternak-ternak warga yang sudah kelaparan. Tersebut dalam kisah ini seorang
lelaki bernama Amaq Ares yang melihat sapi-sapinya lahap
memakan kedebong (batang) pisang.
Dari situlah muncul ide untuk membuat sayur dari kedebong pisang
yang masih muda. Oleh Inaq Ares, kedebong tersebut dipotong-potong dan diracik
dengan menggunakan bumbu yang sudah ada di dapur. Setelah dimasak dan
dirasakan, ternyata sayuran ini tidak kalah enak dengan makanan lainnya. Sejak
itu, Amaq Ares dianggap penemu masakan tradisional ini. Maka sejak saat itulah
Ares menjadi masakan wajib bagi suku sasak yang menggelar begawe gubuk (pesta
kampung) sampai saat ini.
Melihat
dan memperhatikan sejarah di atas, para pemerhati budaya daerah Lombok
berpendapat bahwa dibalik pembuatan sayuran Ares tersimpan banyak nilai positif
yang muncul selama proses pengolahannya diantaranya kesederhanaan, kebersamaan,
tanggung jawab dan kebahagiaan. Semuanya terbungkus menjadi satu dalam bingkaibegawe gubuk yang mendorong terbangunnya nilai
kekeluargaan.
Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pariwisata saat ini,
Ares banyak ditemui di warung-warung biasa sebagai makanan sehari-hari. Jika
Anda jalan di seputaran Mataram dan Cakranegara, ada banyak warung makan yang
menjual Ares.(hery) - 01
NASIB EMAN KDI ADA DI TANGAN KITA SEMUA
Tiga juri memberikan
bintang dan akhirnya gerbangpun terbuka lebar buat eman KDI berkat tembang
berjudul “Syahdu” yang dilantunkannya dengan syahdu pula. Suara emas Eman dapat
memukau dan mencuri hati para dewan juri dan seluruh penonton di studio. Eman
dapat membuktikan bahwa sekalipun dia seorang penyanyi kampung tapi tidak
kampungan. Namun ini bukan sebuah perjuangan yang mudah untuk merebut tiket ke
gerbang KDI 2015. Dia telah berjuang keras untuk menaklukkan ribuan pesaing di
daerahnya yang juga memiliki potensi luar biasa.
“Alhamdulillah
berkat doa dan dukungan warga NTB pada khususnya dan masyarakat indonesia pada
umumnya saya bisa membuka gerbang KDI 2015”. Saya benar-benar nerves ketika
gerbang dibuka karena ini baru pertama kali tampil di panggung yang megah dan
di depan ribuan penonton serta para dewan juri. Untung saja suara saya bisa
keluar” ungkap Eman ketika diwawancara via telfon. Ini merupakan langkah awal
yang baik bagi Eman yang memiliki nama panjang Sulaiman Haris untuk meniti
karir meraih asa sebagai bintang dangdut nasional. Eman KDI adalah salah
seorang putra daerah Lombok Tengah NTB yang berdomisili di Desa Barabali Kec.
Batukliang. Dia adalah putra dari pasangan Bapak Senan dan Ibu Fatimah.
Untuk meraih
impiannya tersebut tentunya dibutuhkan kerja ekstra keras. Hal ini tidak cukup
mengandalkan kemampuan bernyanyi saja, namun dibutuhkan dukungan doa dan polling SMS
dari segenap warga NTB khususnya dan Masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebagai
warga NTB kita harus saling dukung demi nama harum NTB. Eman merupakan aset
NTB, dan kita berharap kepada pemerintah baik pemerintah kabupaten se- NTB
maupun kepala daerah provinsi NTB agar menjadikan Eman sebagai salah satu
investasi seni yang tentunya jika Eman berhasil menjadi bintang KDI 2015, maka otamatis
akan bisa memberikan kontribusi balik kepada daerah kita tercinta, paling tidak
nama NTB akan berkibar di jagat raya ini khususnya di Indonesia.
Untuk
melanjutkan perjuangan Eman, maka diperlukan dukungan kita semua berupa doa
dan SMS (vote) sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu sekali lagi kepada
pemerintah pada khususnya dan inaq, amaq
semeton jari senamian dimana saja berada, mari kita bersama-sama
berpartisipasi mendukung Eman KDI dengan cara “Ketik KIDI (spasi) EMAN lalu kirim ke 95151”.
Semoga dengan
dukungan kita semua, bisa memudahkan perjalanan Eman untuk melaju ke
babak-babak berikutnya bahkan sampai meraih bintang di KDI 2015. Jadi Nasib
Eman salah satunya ditentukan oleh kita semua. Untuk itu mari kita terus mendukung
Eman. (Zul)





